-MAKIN KENAL, MAKIN PERCAYA-

Ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”, makin kenal makin sayang.

Untuk mengenal Tuhan dengan benar, kita perlu belajar mengenal Tuhan setiap hari dan bergaul intim setiap hari dengan Tuhan.

Filipi 3:10, Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Rasul Paulus  walaupun sudah percaya Tuhan Yesus, namun ia tidak berhenti dalam pertumbuhan rohani, dia terus belajar mengenal Tuhan setiap hari.

MENGAPA KITA PERLU BELAJAR MENGENAL TUHAN SETIAP HARI ?

Hosea 4:6, Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

 BINASA KARENA KURANG MENGENAL ALLAH

Jangan pernah kita beranggapan bahwa kalau kita sudah percaya Tuhan Yesus, pasti sudah otomatis kita mengenal Dia dengan benar, lalu kemudian kita lalai belajar mengenal Allah. Salah satu contoh orang yg binasa karena kurang mengenal Allah adalah Uza.

2 Samuel 6:6 – 7, Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.

Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.

Allah membunuh Uza karena Daud dan Imam Besar tidak menugaskan orang-orang Lewi untuk mengangkat tabut perjanjian sesuai dengan perintah Allah (Bil 1:47-52).

  1. Allah telah memerintahkan bahwa tak seorang pun boleh menyentuh tabut perjanjian, lambang kehadiran dan keagungan-Nya (Bil 4:15; bandingkan dengan 1Taw 15:13-15). Tindakan Uza yang teledor ini disebabkan ketidaktahuannya akan firman Allah atau tidak takut kepada Tuhan (badingkan dengan 1Taw 15:2).
  2. Uza menjadi contoh orang yang mempunyai semangat untuk Allah, tetapi tanpa pengetahuan akan firman dan cara-cara Allah. Rencana Daud untuk mengembalikan tabut itu ke Yerusalem, dan keinginan Uza untuk memegangnya ketika tabut itu bergoyang diatas kereta, menunjukkan semangat untuk kerajaan Allah, namun pada saat yang sama menghasilkan sikap yang mengabaikan standar-standar firman Allah yang kudus. Kebodohan bukan merupakan alasan. Penyataan Allah yang terilhamkan mengungkapkan kehendak-Nya mengenai seluruh kehidupan dan harus ditaati oleh mereka yang mengakui Dia sebagai Tuhan (badingkan dengan Imamat 10:1-3; Yos 7:1-26; Kis 5:1-11).

Sekarang pilihan ada di tangan kita, jangan pernah meremehkan pengenalan akan Tuhan kita Yesus yg ajaib itu, atau saudara akan mengalami nasib yang sama seperti Uza.

 Filipi 3:10, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia….”

KATA “MENGENAL” atau GINOSKO : TO KNOW BY EXPERIENCE, MENGENAL MELALUI PENGALAMAN. MENGENAL TUHAN SECARA PRIBADI MELALUI PENGALAMAN PRIBADI.

APA KATA TUHAN YESUS TENTANG HIDUP YANG KEKAL ? 

Yohanes 17:3Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka MENGENAL Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. 

Ternyata hidup yang kekal itu adalah “MENGENAL BAPA” dan YESUS KRISTUS.

Hidup yang kekal lebih dari sekedar masuk sorga, tetapi hidup kekal adalah mulai sekarang, sejak kita mengenal Bapa dan mengenal Yesus Kristus.

Kejadian 4:1Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.”

KATA “BERSETUBUH” (Ibr : YADA) artinya TO KNOW, LEARN TO KNOW, BELAJAR MENGENAL MELALUI PENGALAMAN ; MERASA, MELIHAT, MENGETAHUI, (BICARA SEBUAH SEBUAH PENGALAMAN PRIBADI YANG INTIM…SEPERTI HUBUNGAN SUAMI ISTRI).

MENGENAL KARAKTER TUHAN KITA DARI NAMA-NAMANYA

2 Petrus 3:18, “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam PENGENALAN akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. BagiNYA kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”

Sebagai anak-anak TUHAN, kita perlu berusaha sungguh-sungguh mengenal siapa Tuhan kita sebenarnya. Semakin kita mengenal Tuhan kita sebagai Bapa yang maha baik, semakin kita mempercayaiNYA. Semakin kita mempercayaiNYA, semakin kita mencintaiNYA. Sebaliknya jika kita kurang mengenal TUHAN kita sebagai Bapa, akibatnya kita akan memiliki asumsi yang salah tentang TUHAN kita. Misalnya : Ketika ada kecelakaan terjadi, kita mengira TUHAN sedang marah terhadap kita. Ketika ada yang bangkrut, kita mengira TUHAN yang sedang membentuk kita. Ketika ada yang meninggal, kita mengira TUHAN yang mengambilnya dari kita. Apakah benar Tuhan kita seperti itu ? Padahal DIA bukanlah TUHAN yang demikian. Mari kita lihat bagaimana TUHAN memperkenalkan diri-NYA kepada para hamba-NYA di dalam Perjanjian Lama.

Jehovah Jireh – Tuhan menyediakan ( Kej 22:14 ).

Jehovah Rapha – Tuhan adalah penyembuhku ( Yes 53:4,5 ).

Jehovah Shalom – Tuhan adalah damai sejahteraku ( Yes 9:6 ).

Jehovah Shammah – Tuhan hadir di sini ( Ibr 13:5 ).

Jehovah Rohi – Tuhan adalah gembalaku ( Maz 23 ).

Jehovah Tsidkenu – Tuhan adalah kebenaranku ( 1 Kor 1:30 ).

Jehovah Mokaddesh – Tuhan yang menyucikanku ( 1 Kor 1:30 ).

Hanya tujuh contoh saja dari nama TUHAN di dalam Perjanjian Lama dari empat puluh nama. Di dalam Perjanjian Baru, TUHAN datang dalam nama YESUS.

Di dalam YESUS, kita bukan hanya mengenal Tuhan sebagai Jehovah Rohi seperti yang dikenal Daud, Jehovah Jireh seperti yang dikenal Abraham, atau pun Jehovah Rapha seperti yang dikenal Musa, tetapi kita mengenal keseluruhan karakter dan sifat TUHAN.

Karena Ibrani 1:3, katakan YESUS adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah.

Melalui nama-nama TUHAN di atas dan kehidupan YESUS di bumi, kita dapat melihat karakter dan sifat TUHAN. Banyak orang masih terngiang dengan kata-kata Ayub, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil,” padahal Ayub sendiri sudah menyesali dan mencabut perkataannya ini (Ayub 42:5-6). 

Saudaraku, jika kita melihat nama-nama TUHAN dan kehidupan YESUS, kita pasti akan tahu bahwa DIA adalah TUHAN yang memberi, bukan mengambil. Itu sebabnya Rasul Yohanes menyebut TUHAN adalah KASIH. Sifat KASIH adalah memberi.

Yohanes 3:16 menggambarkannya dengan sangat jelas, “Karena begitu besar KASIH Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah MENGARUNIAKAN AnakNYA yang tunggal …”

Marilah saudaraku, kita bersama-sama berusaha sungguh-sungguh mengenal Pribadi TUHAN lebih dalam lagi. Jika kita dapat mengenal TUHAN dengan benar, saya percaya bahwa kehidupan kita akan jauh dari rasa kuatir dan rasa takut, karena kita tahu bahwa TUHAN selalu ada bersama-sama dengan kita dan tak pernah tinggalkan kita bahkan IA senantiasa mengasihi kita dan memelihara kita sampai kesudahan akhir zaman

Sumber Khotbah GBI Villa Citra

Apa reaksi Anda tentang artikel ini ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

GBI Bethany Kotamobagu Gelar Ibadah Pra Natal 2019

RELIGI KRISTEN, BULAWANEWS.COM – Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bethany Kotamobagu, Menggelar Ibadah Pra Natal bertempat ...