Foto : Salah satu momen silahturahmi Octavia Sajow di rumah Manly Sinengkeian Kel Talikuran Ling III Ke Kawangkoan Utara (octavia/foto)

Pengucapan Syukur Minahasa Momentum Silahturahmi Keluarga

Pengucapan Syukur merupakan tradisi khas Suku Minahasa dalam mengungkapkan rasa syukur atas berkat yang sudah diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus di tanah Minahasa.

Tradisi ini sudah lama turun temurun yang masih dilaksanakan hingga saat ini. Pengucapan syukur di tanah Minahasa juga merupakan hari yang spesial dan tidak akan terlewatkan oleh masing – masing keluarga, karena sebagai wadah mempererat tali silaturahmi sesama keluarga terlebih yang tinggal jauh dari tanah Minahasa

Pada Minggu 23 Juli 2017 kemarin masyarakat Minahasa sudah menggelar Pengucapan Syukur dengan aman dan kondusif

Nah, bicara pengucapan syukur pasti termasuk didalamnya adalah kuliner Minahasa yang sudah terkenal kekhasannya diseluruh nusantara, contoh nya satu nasi jaha dan dodol

Dari tahun ke tahun kuliner – kuliner ini bisa dikatakan menu wajib yang harus dimasak untuk makan bersama dengan keluarga dan disajikan kepada para tamu. yang menjadi andalan untuk dimasak pada pengucapan syukur

Jauh-jauh hari Bupati Janjte Wowiling Sajow (JWS) dalam rapat tanggal 13 Juni 2017 sudah menetapkan pelaksanaan pengucapan syukur dan mengajak masyarakat minahasa dan pimpinan denominasi gereja melaksanakan dalam semangat kebersamaan

“Agar Pengucapan syukur dapat dirayakan secara bersama – sama dan bukan merayakannya sendiri,” kata JWS, seperti yang dikutip dari Manadonews

Pengucapan syukur Minahasa ini begitu menarik keinginan orang-orang Minahasa yang tinggal jauh dari tanah Minahasa untuk datang silahtuhrahmi bertemu dengan keluarga mereka

Salah satu nya Octavia Sajow (23) asal kelurahan mongondow kec kotamobagu selatan yang terpantau melalui akun facebook nya, membuat status bersama rombongan keluarganya, minggu subuh menempuh perjalanan menuju ke sanak keluarga nya yang tinggal Kawangkoan Minahasa

Dalam postingan facebook live nya Octavia terlihat  menyempatkan diri mampir di kubur opa dan oma mereka yang terletak di Desa Tumpaan, sebelum lanjut menuju kawangkoan

“Senang sekali kami bisa datang mengunjugi keluarga,sekalipun beda keyakinan kami tetap memelihara silahturahmi dalam semangat persatuan dan kebersamaan,” tutup Octavia

(Richwan)

Apa reaksi Anda tentang artikel ini ?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Konfercab PWI, Gunady Mondo Terpilih Aklamasi sebagai Ketua PWI Kota Kotamobagu Periode 2019-2022

Manado – Dalam Konfercab, Sekretaris PWI Kotamobagu Bolmong, Gunadi Mondo secara aklamasi terpilih sebagai Ketua ...