Indo-Fest 2017 : Mengajar dan Berkomunikasi Relevan dan Menarik

Up-grade generasi muda guna menunjang pelayanan sesuai dengan nats Mazmur 127 : 3-4 “Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.127:4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda” sangat diperlukan ditengah-tengah tantangan (zaman).

Hal itu disampaikan Roy Tanujaya, Koordinator GembalaGBI PRJ [CK-7] MGK Kemayoran, Jakarta-Pusat untuk wilayah Jakarta-Barat dan Plt Gembala GBI PRJ [CK-7] Pluit, Jakarta-Utara [foto kiri bawah] saat menyampaikan sambutan singkat di sesi opening Indo-Fest 2017 di GBI PRJ [CK-7] MGK Kemayoran, Jakarta-Pusat (Jumat, 18/8).

Tantangan yang dimaksudkannya ialah banyaknya anak-anak remaja usia dibawah 14 tahunan yang meninggalkan gereja serta maraknya narkoba, LGBT, keterikatan terhadap media sosial. “Sistem pengajaran musti relevan, menarik, ber-animasi dan mendatangkan suka-cita. Para pelayan (anak-anak muda) perlu diperlengkapai agar terjadi revival,” tegasnya.

Salah satu tujuan penyelenggaraan Indo-Fest 2017 menurutnya ialah memberikan pelatihan-pelatihan dengan bahan-bahan yang terkini. Ia mengharapkan para peserta yang hadir mau belajar menjadi pendidik untuk melayani generasi muda. Selain itu, kegiatan  ini akan memberikan api yang baru dan menginspirasi khususnya dalam dunia pendidikan dan pelayanan anak-anak. Sehingga, menurutnya para anak-anak bisa betah (nyaman) saat berada (datang) ke Gereja.

“Roh Kudus bekerja secara luar biasa untuk mendatangkan suasana revival, dan membangun generasi muda untuk masuk ke dalam rancangan Tuhan. Jika Gereja bangkit, maka gereja akan dipulihkan termasuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya.

Sementara itu, Pdm. DR. Janto Simkoputera, MD, PhD selaku Gembala GBI PRJ [CK-7] MGK Kemayoran, Jakarta-Pusat (foto kanan bawah) dalam sambutan tertulisnya di buku acara menuliskan bahwa sekarang waktunya para Guru Sekolah maupun para pelayan Tuhan yang melayani anak-anak bangkit dan mempersiapkan generasi penerus menjadi pencetus era baru (menuju) ke arah sebuah perubahan besar yang positif dan benar. Selanjutnya mencetak kaderisasi pemimpin masa depan yang berkarakter mulia.

Meskipun gereja-gereja berada dalam lintas denominasi, Pdm. Janto Simkoputera berpesan agar senantiasa bersatu sebagai tubuh Kristus guna mempersiapkan generasi berikutnya. Ia menggaris-bawahi saat ini Gereja-gereja sedang menghadapi peperangan rohani dan perlu dilatih, diperlengkapi agar bisa menjangkau generasi muda dan membawa mereka kepada Kristus, termasuk memberikan dasar hidup sesuai dengan Firman Tuhan.

Ia memberikan cara berkaitan dengan penjangkauan yang efektif melalui cara mengajar dan komunikasi secara relevan, menarik, ber-animasi, suka-cita dan kreatif. Melalui kegiatan ini, Pdt. Janto Janto Simkoputera menegaskan Indo-Fest 2017 hadir guna memenuhi salah satu aspek tersebut. Materi-materi acara berisi pelatihan guna memperlengkapi diri pelayan Tuhan dengan berbagai keterampilan, pengetahuan dan bahan-bahan yang mengispirasi, sembari ditunjang dengan teknologi digital.

Diakhir tulisannya, beliau mengutip nats Kolose 3:23 dan memberikan motivasi bagi para pelayan Tuhan, guru-guru untuk memiliki semangat pelayanan yang menyala-nyala dan membawa anak-anak yang dilayaninya untuk hidup sesuai dengan dasar yang teguh yaitu Firman Tuhan. Sehingga hidup mereka Livin’ Loud (bersorak-sorai, berseru) bagi kemuliaan nama Tuhan.

Sesi pembukaan acara  ditandai dengan penekanan tombol bel secara bersamaan oleh Roy Tanujaya, Ketua Panitia, beberapa pelayan Tuhan sembari disaksikan oleh para nara sumber yang berasal dari Singapura dan Amerika-Serikat (foto tengah bawah).

Acara selanjutnya yaitu lokakarya (workshop) sesi pertama (10.30-12.00) dengan tema-tema menarik masing-masing : 1. Illusion You can do ! (David dan Teesha). 2. Fire Up!. Praise & Worship for Kids 1 (Jana Alayra). 3. 10 keys to seeing kids follow Jesus for a lifetime (Dale Hudson). 4. Beginners Puppetery (HOPS & Friends). 5. Art and play therapy (Esther Ng). Sesi kedua (13.00-14.30) dan sesi ketiga (15:00-16.30) dan Puppet Competition Part 1 (17.00-18.00).

Esok hari (Sabtu, 19/8) sebagai hari terakhir acara dengan kegiatan : 1. Praise and worship (08.30-09.30). 2. Puppet Competition Part 2 (09.30-10.30). 3. Lokakarya sesi 4 (10.45-12.15). 4. Lokakarya sesi 5 (13.00-14.30). 5. Penutupan (14.45-15.30) dan annointing by Pdt. Benny Gunawan. 6. Konser Jana Alayra (17.30-selesai).

Sumber : Berita Bethel

 

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Jemaat “Stay At Home”. Gereja GBI Kasih Karunia Kotamobagu Gelar Ibadah Kenaikan Isa Almasih Secara Live Streaming

RELIGI KRISTEN, BULAWANEWS.COM – Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Kasih Karunia Kotamobagu dipastikan tidak akan ...