Kadis Disperdagkop UKM Herman Aray Menerima Pedagang Pasar Serasi, Kamis (1/2/2018) (Foto/David)

Kadis Disperidagkop UKM Menerima Kehadiran Pedagang Pasar Serasi

Kotamobagu, Bulawanews.com – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Kotamobagu di datangi sejumlah pedagang pasar serasi dan lansung diterima Kadis Disperdagkop UKM Herman Aray, Kamis (1/2/2018)

Kedatangan poara pedagang untuk sekian kalinya adalah berbagai macam persoalan yang mereka alami , termasuk dugaan, tindakan dari oknum penagih uang kebersihan, keamanan serta sewa lapak harian pun bulanan.

Dalam pertemuan tersebut para pedagang mengungkapkan adanya penekanan,pengancaman dan penagihan-penagihan yang dirasa memberatkan dalam mereka menjalankan usahanya

“Torang (Pedagang,red) ditagih uang kebersihan sebesar Rp 4.000, jika tidak mengikuti keinginan mereka selalu di ancam lapak/kios akan ditutup atau diusir tidak berjualan disini,” ungkap pedagang yang enggan disebutkan namanya kepada awak media

Dihadapan pedagang serta beberapa awak media yang meliput dengan tegas Herman Aray mengatakan “Jika ada tindakan pengancaman untuk menutup lapak/kios kepada pedagang segera laporkan kepada kami (Dinas,red), dan kami akan tindak lanjuti ke proses hukum dengan dugaan pungli,” tegas Aray

Lebih lanjut Aray, menjelaskan dasar hukumnya Pedagang dipunggut biaya kebersihan oleh Pemkot Kotamobagu Perda Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 2012 Tentang Retribusi Pelayanan Pasar terkait pengelolaan, Kebersihan di pasar serasi Kios/Los Rp 2.000/Hari dan Pelataran Rp 1.000

“Uang kebersihan yang ditetapkan Pemkot Kotamobagu adalah berdasarkan Perda dan besarannya masih jauh jumlahnya dari oknum yang menagih kepada pedagang,”

“Terkait kebersihan Diperdakop UKM akan secepatnya berkordinasi dengan instansi terkait untuk membebaskan iuran sampah para pedagang, dan meminta pedagang tidak lagi membayar kepada siapapun serta bersama-sama menjaga kebersihan pasar,” pungkas Aray

Usai pertemuan salah seorang pedagang ayam, yang enggan ditulis namanya dan didampingi pedagang lainnya mengatakan berkomitmen sepenuhnya selalu mendengar arahan dan petunjuk pemkot kotamobagu, serta negaskan akan melawan setiap tindakan pengancaman dengan melaporkan kepada pihak berwajib

“Jika kami di ancam kami akan lapor polisi, karena Pasar Serasi adalah milik pemkot” tegasnya (David)

 

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Usaha Ayam Crispy Gyta Via Medsos, Laris Manis

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Kesukaan warga Kota Kotamobagu akan kuliner ayam mendorong Gyta Damopolii, warga Desa ...