Teddy Laowe (foto/melky)

Cara Bijak Mengenali Berita HOAX, Dan ini Beberapa Tipsnya

Pendidikan,  Bulawanews.com – Pada masa sekarang ini sering sekali kita mendengar kabar bohong atau akrab HOAX di Sosial Media yang marak beredar di dunia maya kata lainnya dumay, bahkan tidak sedikit masyarakat menjadi korban HOAX, parahnya tanpa disadari justru menjadi penyebar HOAX itu sendiri

Pemerhati IT Teddy Laowe  mengatakan momok dari penyebaran berita bohong atau hoax bisa sangat  membahayakan dan pastinya memilki dampak yang merugikan masyarakat serta keutuhan semangat persatuan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Hoax / berita bohong yang lebih mengarah ke pembunuhan karakter, dan  manipulasi, kecurangan, yang dapat menjatuhkan orang lain,” ujar Teddy di ruang kerjanya, Senin (12/3/2018)

Pengusaha sukses di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara ini menambahkan, hoax  merupakan tindakan kriminal di wilayah cyber. Hoax disebut hadir dari sikap mental yang mengesampingkan integritas, terutama hoax yang muncul mengatasnamakan agama, serta dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan tertentu

Biasanya ketika masyarakat awam menerima lansung tanpa disaring terlebih dahulu kemudian meneruskan informasi tersebut sehingga semakin berkembang membentuk opini yang sangat menyesatkan dan dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa bahkan dapat membahayakan diri kita sendiri.

Berikut ini adalah beberapa Tips, cara-cara yang arif dan bijaksana dalam menggunakan sosial media (sosmed) yang tidak mudah terjebak dalam konten-konten berita hoax yang menyesatkan, ataupun menghidari membuat status yang mengandung ujaran kebencian

Pertama yang dilakukan Cek Asal Sumber Berita.

Ketika kita menerima berita dari sosial media seperti Facebook, Twitter, Line, WhatsApp dan lain -lain, cobalah untuk melihat dari mana sumber beritanya.

“Terkadang, berita hoax hanya memiliki keterangan dari grup sebelah atau tidak menyebutkan nara sumbernya dan sebelum kita yakin tentang berita tersebut sebaiknya jangan diteruskan karena penyebar informasi palsu akan terkena undang undang tentang menyebarkan atau memberikan informasi buruk di internet dan terancam pidana pasal 310 dan 311 KUHP dan Undang-Undang ITE. Cek dulu informasi yang ingin disebarkan, apa dapat merugikan orang lain atau tidak,”ujar Laowe

Kemudian kedua Antisipasi Judul Berita Yang Provokatif.

“Judul yang provokatif sangat marak digunakan bagi penulis artikel untuk meningkatkan kunjungan atau tanggapan di media sosial maupun media masa elektronik lainnya. Sehingga, tidak jarang pembaca segera tergiur untuk membacanya. Padahal belum tentu berita tersebut benar adanya. Untuk menghindari berita hoax jenis ini, pembaca disarankan untuk mencari berita yang sama dari sumber yang lain,”ungkap Laowe

Dan yang ketiga adalah Waspada Dengan Gambar Yang Dikirimkan.

“Selain artikel, yang paling mengena di pikiran adalah gambar yang disebarkan. Hati-hati ketika kita melihat gambar yang terlalu menyeramkan atau fenomenal. Terkadang gambar itu bukan dari kejadian yang sebenarnya, melainkan diambil dari kejadian yang sudah lewat di tempat lain.”

Jadi sebelum kita membuat status dan menyebarkan berita yang kita terima dimedia sosial ada baiknya kita cek sumber lain ataupun diskusikan dengan teman terdekat supaya kita menjadi pengguna media sosial yang arif dan bijaksana

Sudah seharusnya Media sosial dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif, dan menghidari untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif

Pemerintah sejauh ini terus berupaya untuk mengurangi penyebaran hoax atau berita palsu dengan cara menyusun undang-undang yang di dalamnya mengatur sanksi bagi pengguna internet yang turut menyebarkan konten negatif.(Melky Tumpia)

 

 

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Menangkan BERKAH Dan OD-SK Di Bolsel, Nayodo Koerniawan Turun Lansung Kampanye.

POLITIK, BULAWANEWS.COM – Nayodo Kurniawan turun lansung berkampanye untuk menangkan Pilkada Bolaang Mongondow (Bolsel) dan ...