Hari Ini, 41 Petani Bolmong Terima KUR Dari Bank Artha Graha

Ekbis, Bulawanews.com – Kurang lebih 41 petani di Bolmong mendapatkan suntikan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Artha Graha melalui “Bapak Angkat”, Kamis ( 19/04/2018) di Desa Kaiya, Kecamatan Lolak.

Dari pantauan media ini, puluhan penerima program KUR yang notabene adalah petani ini, begitu antusias mendengarkan arahan dari pihak Bank Artha Graha dan Bapak Angkat terkait cara pengelolaan dana tersebut untuk lahan pertanian.

Sandra Pontoh mitra SP3 Bank Artha Graha (kiri/baju Pink) saat memberikan dana KUR kepada salah satu nasabah

Selmy Dalemeng (50) contohnya, Ia salah satu penerima KUR, usai mendengarkan arahan tersebut, kepada Bulawanews.com Selmy mengungkapkan, bahwa ia sangat senang dengan tambahan modal yang diberikan oleh Artha Graha melalui mitra SP3 atau Bapak Angkat, sebab menurutnya program ini sangat membantu dalam mengolah lahan pertanian miliknya.
” Dengan bantuan pinjaman KUR ini harapan kedepan bisa meningkatkan pendapatan saya dan keluarga,” terang Selmy Petani Jagung di Desa Transmat, Kecamtan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Pihak Bank Artha Graha saat memberikan arahan kepada para penerima KUR

Hal senada disampaikan Yola Ngantung (51), bahwa dengan adanya pinjaman KUR ini sangat membantunya dalam mengolah lahan sawah yang selama ini belum tergarap semua karena keterbatasan modal.
” Saya sangat bersyukur sekali dengan adanya pinjaman seperti ini, disamping proses pengembaliannya 6 bulan sekali, bunganya juga rendah. Dari pada harus meminjam di koperasi dengan bunga yang terbilang sangat tinggi,” terang Yola petani dari desa Transmat.

Disamping itu, Hanny Pontoh selaku Bapak Angkat kepada bulawanews.com mengatakan, pencairan KUR kali ini adalah lanjutan dari pencairan sebelumnya. Dimana, hal ini menyesuaikan prosedur perbankan dalam menverifikasi berkas calon nasabah, sehingga proses pencairan KUR dilakukan secara bertahap sesuai dengan data yang lolos berkas dari Artha Graha.

” Kami berharap, dengan sertaan modal yang dipinjamkan dengan beban pengbalian terbilang ringan ini, bisa meningkatkan taraf hidup petani di Bolaang Mongondow,” harap Hanny Pontoh.

Seperti diketahui, sesuai perjanjian kontrak, setiap petani mendapatkan pinjaman KUR 5 juta rupiah dengan suku bunga 7%, dengan sistem pengembalian 6 bulan sekali, hal ini menyesuaikan waktu panen atau masa tanam para petani. (Man)

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Wali Kota Tatong Bara ‘Teken’ MoU Bersama Bank SulutGo

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Bank SulutGO, menerima kembali pelayanan pembayaran gaji dan tunjangan ASN Pemot Kotamobagu ...