Pemerhati teknologi informasi dan media sosial (Medsos) My Home Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Yano Pangerapan

Turn Back HOAX “ THINK BEFORE POSTING”

Pangerapan : Sebaiknya  kita mem-filter terlebih dahulu segala sesuatu yang akan kita unggah ke media sosial. Sebelum mengunggah foto atau video

Kotamobagu, Bulawanews.com – Hampir setiap kehidupan masyarakat zaman sekarang ini, nampaknya sulit terlepas dari penggunaan media sosial (Medsos)

Jaringan sosial seperti Facebook, Twitter dan YouTube telah cepat menjadi bagian dari kehidupan serta menjadikan salah satu alasan mengapa media sosial sangat populer adalah karena memungkinkan pengguna untuk mengubah pengalaman mereka dan berinteraksi dengan jaringan internet.

Faktanya memang banyak manfaat yang dapat diperoleh dari medsos, namun bak pisau bermata dua tidak jarang sosial media digunakan untuk hal-hal yang mengundang provokasi, kontroversi.bahkan yang lebih parah lagi HOAX

Pemerhati teknologi informasi dan media sosial (Medsos) My Home Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Yano Pangerapan, kepada Bulawanwes.com ketika usai memberikan pemaparan terkait Bijak Menggunakan Medsos di dua sekolah di kota Kotamobagu, Mengatakan para penggiat dunia maya untuk menyebarkan tulisan, gambar, video, meme yang memberikan kedamaian di dunia maya, khususnya sosmed.

Menurut data terkahir survey pengguna medsos di Indonesia kurang lebih 80 persen berada pada umur 10-30 tahun, pada Tahun 2017 saja pengguna Internet sudah sekitar 163 juta orang, 50 persen diantaranya anak-anak yang berusia 16-34 tahun dan 10-16 tahun

“Umur-umur pengguna medsos bisa dikatakan generasi milenial, Nah lewat kegiatan ini kami memberikan sosialisasi bagi para siswa serta masyarakat umumnya,” kata Pangerapan

Lebih lanjut, Pangerapan yang merupakan Wakil Ketua IV DPA GBI SulutGO membidangi Tehmologi dan Informasi ini, memberikan Tips agar bersikap bijak dan hati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Sebaiknya  kita mem-filter terlebih dahulu segala sesuatu yang akan kita unggah ke media sosial. Sebelum mengunggah foto atau video, Meskipun unggahan dapat dihapus, data kita masih tersimpan rapi di big data.,”

“Selain itu, mem-filter diperlukan agar kita dapat meminimalisir presepsi negatif yang diberikan orang setelah melihat postingan kita,” tambahnya

Terkait berita bohong atau HOAX, Saya sendiri secara pribadi sangat menentang terkait praktik penyebaran berita atau informasi palsu ini.

Serta sangat menyayangkan adanya para pembuat berita tidak benar tersebut. Karena secara tidak langsung mereka (pembuat berita palsu) akan membuat reputasi seseorang buruk dimata masyarakat.

“Berbagai cara kita menangkal HOAX, langkah pertama perhatikan sumber beritanya, kemudian jangan terlalu percaya foto/gambar yang ditampilkan, membaca keseluruhan isi berita”

“Dan bandingkan dengan situs berita lainnya, selanjutnya harus bersikap netral terhadap suatu berita dan yang paling terkahir hati-hati ketika kita ingin membagikan sebuah merita di medsos,”pungkasnya

Berita HOAX sangat berbahaya dan juga merugikan bagi kita semua. Jadi sebaiknya berhati hati dalam mempercayai sebuah berita, Jangan terlalu mudah percaya pada berita karena bisa jadi berita yang kita baca tersebut adalah berita yang hanya karangan yang dibuat seseorang demi keuntungan pribadi orang atau golongan tertentu. (David)

 

 

 

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Wali Kota Tatong Bara ‘Teken’ MoU Bersama Bank SulutGo

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Bank SulutGO, menerima kembali pelayanan pembayaran gaji dan tunjangan ASN Pemot Kotamobagu ...