Pengurus SBSI Kotamobagu Bersama Karyawan PT SMP Kotamobagu

SBSI Kotamobagu Menerima Kedatangan Karyawan Distributor Produk Nestle

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Merasa heran dengan keputusan perusahaan, Sembilan orang  karyawan tetap perusahaan Distibutor produk Nestle PT Sulut Makmur Perkasa (SMP) Kotamobagu, Mendatangi Sekretariat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kotamobagu, Minggu (28/5/2018)

Kedatangan para karyawan tersebut di terima oleh Ketua SBSI Kotamobagu, Riswanto Dali bersama Sekretaris Harianto Ali. SIP, Wakil Ketua Hukum/Advokasi Yuddy Lantong. SH dan Humas SBSI David Wullur

Menurut pengakuan karyawan kedatangannya mereka meminta bantuan hukum/pendampingan ke SBSI atas persoalan yang mereka hadapi usai keputusan sepihak perusahaan memberikan dua opsi kepada karyawan yang pertama pindah ke manado atau mengundurkan diri

“Kami di beri dua opsi mutasi ke manado atau mengundurkan diri,” ujar Alfons Kila (30) warga kelurahan Tumobui

Lebih lanjut, Ia menduga perusahaan enggan meng PHK dirnya bersama rekan-rekannya, Malah memberikan opsi mutasi ke manado atau mengundurkan diri

“Ini berawal ketika beralihnya produk Nestle ke perusahaan lainnya, Sehingga dari 20 an karyawan hanya 13 orang saja yang di tetapkan tetap bekerja dengan alasan kami sudah tidak produktif lagi sehingga di paksa secara halus mutasi ke manado atau mengundurkan diri,” imbuhnya

Sementara itu Ketua SBSI Riswanto Dali di dampingi para pengurusnya mengatakan, Sudah mendengar apa yang menjadi permasalahan antara perusahaan dan karyawan, Serta langkah yang di ambil SBSI Kotamobagu sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 Jo ketentuan Pasal 3 UU Nomor 2 Tahun 2014 adalah menyurat secara resmi permintaan perundingan Bipartit

“Perundingan merupakan itikad baik dari kami untuk menyelesaikan masalah yang di hadapi kedua belah pihak, Dan kita sudah mendengar bahwa mereka di berikan opsi oleh pihak perusahaan berupa mutasi atau mengundurkan diri,” jelas Riswanto

Senada juga di sampaikan Yuddy Lantong.SH. yang merupakan Advokat SBSI Kotamobagu, Bahwa perundingan Bipartit merupakan langkah awal untuk penyelesaian Hubungan Industrial (UU PHI) antara pekera/buruh atau serika buruh dengan pengusaha untuk menyelesakan perselisihan hubungan industrial

“Kami akan segera mengirim surat secara resmi pada Rabu 30 Mei 2018, Untuk meminta perundingan Bipartit , Sebagai upaya itikad baik guna menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya

Informasi yang berhasil di rangkum dari karyawan PT Sulut Makmur Perkasa (SMP) Kotamobagu merupakan Distributor Produk Nestle sejak tahun 2000 an yang lokasi kantornya pertama kalinya di Eks gudang palapa komp pasar serasi gogagoman dan ssat ini telah menempati bangunan baru di jalan baru kelurahan mongkonai (Salman)

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Menangkan BERKAH Dan OD-SK Di Bolsel, Nayodo Koerniawan Turun Lansung Kampanye.

POLITIK, BULAWANEWS.COM – Nayodo Kurniawan turun lansung berkampanye untuk menangkan Pilkada Bolaang Mongondow (Bolsel) dan ...