Bupati Talaud Sri Wahyuni Manalip Menerima Peserta Demo

Demo Aksi Solidaritas ASN dan THL, Bupati Talaud di Minta Mundur

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM –Untuk kesekian kalinya Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) yang tergabung dalam Aksi Solidaritas ASN dan THL, menggelar Demo di depan Kantor Bupati, Senin (23/7/2018) siang tadi.

Dari pantauan Bulawanews.com, ratusan massa tersebut menyampaikan ketidak puasan terkait dengan mutasi besar-besaran yang dilakukan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM), Dan bersama-sama menolak keputusan SWM yang dianggap Ilegal dan Inkonstitusional.

Dengan membawa berbagai spanduk diantaranya bertuliskan: Bupati Kepulauan Talaud ‘telah melanggar’ Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 dan Tidak Mengindahkan Surat Mendagri.

Sebuah pemandangan yang tidak biasanya dalam aksi damai itu, Karena  Bupati dan Wakil Bupati Petrus Simon Tuange tampil bersama menerima aspirasi yang dilakukan peserta

“SWM (Sri Wahyumi Manalip – red), telah melanggar Undang-undang nomor 10 tahun 2016. Dimana dikatakan bahwa ketika Petahana menjadi calon dan bertarung dalam Pilkada, maka Petahana dilarang melakukan mutasi pejabat sejak 6 bulan sebelum penetapan dan sampai akhir masa bakti, kecuali ada ijin dari menteri dalam negeri,” pekik SAren Karundeng dalam orasinya.

Sementara itu seorang ASN yang enggan ditulis namanya menuturkan “Tidak benar jika ada stagnasi di pemerintahan Kabupaten Kepulauan Talaud, yang ada adalah arogansi SWM dengan menggunakan kekuasaan yang ada. SWM kami minta mundur dari Bupati,” ujarnya

Usai mendengarkan beberapa orasi dan tuntutan massa, Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip kembali menegaskan bahwa pelantikan yang dilakukannya sudah sesuai dengan Undang-undang.

“Saya tegaskan sebagai pimpinan daerah bahwa sesuai dengan amanat undang-undang pemerintahan daerah dimana dalam keadaan stagnan saya harus melakukan diskresi. Jelas, pelantikan kemarin dilaksanakan sah sesuai dengan amanat undang-undang, sah sesuai ketentuan,”

“Kalaupun tidak menerima silahkan ada ranah hukum yang kalian proses,”ungkap Manalip

Nampak massa sudah sama sekali tidak menghargai SWM sebagai Bupati, Ini terlihat sebelum dirinya selesai berbicara, massa pun langsung balik kanan dan melanjutkan ke kantor DPRD.

Pantauan Bulawanews.com, Massa pun disana menyampaikan aspirasi yang sama, selanjutnya kembali di pendopo rumah dinas bupati dan membubarkan diri dengan tertib dan aman (Melky Tumpia)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Sambut HUT RI ke-73, Kodim 1312/Talaud Latih Paskibraka

TALAUD, BULAWANEWS.COM – Memasuki bulan Agustus ini, peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI sudah semakin dekat, ...