Suasana Sidang Putusan Sengketa Tanah Gogagoman Antara Dr Sientje Mokoginta (Penggugat) dan Adri Lomban (Tergugat) di PN Kotamobagu, Selasa (21/8/2018)

PN Kotamobagu Putuskan Sidang Sengketa Tanah Gogagoman Tidak Ada Yang Menang Dan Kalah

Steiven : Pembacaan Putusan Oleh Hakim Anggota, Ini Hal Aneh Yang Terjadi. Karena umumnya setiap putusan akhir biasanya dibaca oleh Ketua Majelis Hakim yang pimpin sidang

HUKRIM, BULAWANEWS.COM – Sidang perkara sengketa tanah di Kelurahan Gogagoman RT 25/08 Lingkungan IV dengan nomor 70/Pdt.G/2017/PN ktg, Antara Dr Sientje Mokoginta (Penggugat) dan Adri Lomban (Tergugat), Akhirnya memasuki sidang putusan akhir di Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu

Hal yang menarik dalam Persidangan tersebut justru pembacaan putusan majelis hakim tidak dibacakan oleh ketua Majelis Hakim Nova L Sasube SH MH, Melainkan salah seorang Hakim anggota Bernandus Papendang.SH yang membacakan hingga selesai

Dan dalam pembacaan amar putusan tidak ada yang memenangkan perkara sengketa tanah di Kelurahan Gogagoman, dalam artian Draw atau dengan bahasa hukumnya Niet Ontvankelijke (NO)

Usai persidangan, Kuasa Hukum dari penggugat, Bobby Kaunang SH MH didampingi Steiven SH MH mengatakan, putusan tidak diterima dengan catatan pengugat tidak tarik, salah satu pihak dengan nama Nicolas Mokoginta, yang memiliki tanah ditempat tersebut

“Sehingga majelis hakim pun memberikan putusan yang tidak memenangkan pihak Pengugat dan tergugat atau tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang”

“Sesuai kata ketua majelis hakim putusannya bisa diambil pada Kamis ini, yang selanjutnya kami akan mempelajari dulu putusanya dengan tujuan untuk melihat kedepan upaya-upaya hukum apa yang akang kami ambil,” ujar Kaunang, Selasa (21/8/2018)

Kekecewaan terhadap putusan hakim tersebut diutarakan Steiven, Menurutnya bahwa gugatan penggugat tidak dapat diterima (NO) dan hal ini berbeda dengan Yurispedensi Mahkamah Agung RI Nomor : 305 K/Sip/1971 yang menyatakan “Penggugat berwenang untuk menentukkan siapa yang digugat, Jo Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 3909 K/Pdf/1994 Tanggal 11 April 1977

“Adalah hak kami sebagai penggugat untuk menentukkan siapa-siapa yang yang akan dijadikan atau ditarik menjadi pihak dalam perkara,”  ujarnya

Lanjutnya,  sebelumnya perkara ini berproses di PN Kotamobagu, Perkara sengketa tanah sudah dimenangkan oleh penggugat lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado dengan Nomor perkara 40/G/2017/PTUN Manado dan dikuatkan putusan banding  PT.TUN Makasar nomor 48/B/2018/PT.TUN Mks Tanggal 7 juli 2018, Sekalipun belum dinyatakan berkekuatan hukum tetap karena masih ada upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dari pihak tergugat

“Sekalipun masih berproses kasasi di MA,  Intinya pihak tergugat lewat putusan PN Kotamobagu belum dapat membuktikan surat-surat tanah tersebut milik mereka, Sehingga perkara sengketa tanah ini tidak dimenangkan oleh siapa-pun dan pasti, perkara ini kami akan berlanjut dengan mengambil upaya hukum lainnya,” pungkasnya. (David)

 

 

 

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Banyak Belum Lunas, Kelurahan Gogagoman Tagih PBB

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Kelurahan Gogagoman menggerakan pegawai dan perangkat kelurahan menagih warga yang belum membayar ...