Para saksi menguntungkan dari pihak tergugat ketika menjelaskan dihadapan Mejelis Hakim diruangan Monompia PN Kotamobagu, Selasa (7/8/2018)

Sidang Sengketa Tanah Gogagoman, Empat Orang Saksi Tergugat Dihadirkan

HUKRIM, BULAWANEWS.COM  – Sidang lanjutan sengketa tanah di Kelurahan Gogagoman RT 25/08 Lingkungan IV dengan nomor 70/Pdt.G/2017/PN ktg, antara Dr Sientje Mokoginta (Penggugat) dan Adri Lomban dkk (Tergugat), Kembali di gelar Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu, Selasa (7/8/2018)

Pelaksanaan sidang itu, dipimpin ketua Majelis Hakim Nova L Sasube SH MH beserta dua Anggota Hakim lainnya, Danes Romy SH dan Bernandus papendang SH. Juga dihadiri penasehat hukum (PH) penggugat Bobby Kaunang.SH.MH dan Steiven.SH.MH  dan PH  tergugat Laura Lombogia.SH dkk serta Alfrits Mamahit dari kantor Badan Pertanahan Nasioanl (BPN) Kotamobagu.

Agenda sidang kali ini adalah menghadirkan saksi-saksi menguntungkan para tergugat yang merupakan mantan pejabat di lingkungan Pemkot Kotamobagu yaitu Abdul Kadir Paputungan mantan camat Kotamobagu Barat, Hi Nini Mokodompit SE merupakan mantan Lurah Gogagoman, Mahmud Soleman.SE mantan Sekretaris Kelurahan kemudian Nus Takasihaeng saksi tergugat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Saksi menguntungkan yang pertama dihadirkan tergugat adakah Hi Nini Mokodompit.SE, Dan dalam kesaksiannya kepada majelis hakim, sangat mengetahui adanya penerbitan sertifikat tanah milik (SHM) Nomor 2567 Tahun 2009 milik (Alm) Marthen Mokoginta

“Dalam permohonan sertikat (Alm) Marthen Mokoginta bermohon untuk mengurus sertifikat dengan menunjukkan Kart Tanah,” jelasnya

Tetapi ketika menjawab pertanyaan PH penggugat, Saksi Mokodompit   pun menjelaskan bahwa proses  pengukuran tanah tersebut, tidak di publikasikan ke masyarakat. Sementara itu Saksi berikutnya Mahmud Soleman yang juga mantan pegawai kelurahan, terlihat tampil tegang dalam menjawab pertanyaan yang diajukan PH penggugat mengatakan, bahwa berkas-berkas penerbitan SHM 2567 Tahun 2009 menurutnya masih tersimpan di kantor kelurahan

Kemudian dilanjutkan dengan kesaksian, mantan Camat Kotamobagu Barat Abdul Kadir Paputungan yang pada waktu itu, sebagai camat sekaligus PPAT yang mengunkapkan bahwa benar memproses berkas-berkasnya tanah tersebut sudah melalui kantor kelurahan Gogagoman.

Hal yang menarik, saksi BPN yang dihadirkan Nus Takasihaeng sebelumnya pada persidangan di PTUN Manado tahun lalu, Ternyata pernah bersaksi untuk penggugat intevensi dan sekarang bersaksi untuk BPN Kotamobagu.

Usai persidangan yang memakan waktu kurang lebih dua jam dengan satu kali skorsing ini, PH dari penggugat, Bobby Kaunang SH MH mengatakan, kepada awak media, Menurutnya keterangan dari ketiga saksi yang dihadirkan oleh pihak tergugat, tidak mengatakan yang sebenarnya.

“Mereka (Saksi-saksi,red) tidak mengatakan yang sebenarnya, Apalagi dengan saksi tergugat P18, Tahun 2017 lalu ketika kami memenangkan kasus sengketa tanah di PTUN Manado justu menjadi saksi di tergugat Stella Mokoginta dkk, Nah sekarang  tiba-tiba hadir sebagai saksi untuk pertanahan, hal ini patut untuk dipertanyakan,” kata Kaunanh.

Lebih lanjut, Bobby menerangkan jika saksi yang tadinya pernah membela penggugat, kini Ia membela pertanahan. Dalam persidangan pihak dari kami terus bertanya, sesuai dengan fakta persidangan, apalagi pihak pengugat dibuat bertanya tentang sertifikat atas nama Linda Mokoginta, yang pada waktu itu sebagai pejabat pendaftaran dan pengukuran.

“Jika melihat apa yang terjadi selama persidangan tadi, intinya mereka sepertinya banyak berkata bohong tidak sesuai dengan fakta bicara, akan tetapi hal itu kami serahkan semuanya langsung kepada majelis hakim biar majelis hakim yang menilai semuanya,” pungkasnya. (David/yopi)

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Prestasi Hebat: PHO Cemerlang, CV. Bintang Pratama Sabet Apresiasi Penuh

BULAWANEWS.COM, KOTAMOBAGU – Tim Provisional Hand Over (PHO) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ...