Bappelitbangda Dan Dinas Pendidikan Kotamobagu FGD Bersama Kementerian PPN/Bappenas

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS –
Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Badan Perencanaan, Penelitian, Pembangunan daerah (Bappelitbangda) Kotamobagu, mengadakan kegiatan Focus Grup Discussion (FGD), di Aula Bapelitbangda Kotamobagu, Senin (24/09/2019).

Dalam FGD tersebut bekerjasama dengan Kementrian PPN/Bappenas membahas terkait Evaluasi terhadap dua indikator yaitu Angka Melek huruf dan Angka Data Lulus Sekolah pada Skala Prioritas Nasional dalam Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017.

Kepala Bapelitbangda, Sofyan Mokoginta mengatakan dalam FGD ini Team meminta untuk menunjukan apa saja yang menjadi suatu masalah di Tingkat Daerah dalam dua indikator yang menjadi sub topik tersebut.

“Apa saja yang menjadi suatu masalah dalam indikator tersebut nantinya akan dicari solusi bagaimana permasalahan itu bisa di capai, bagaimana keberhasilan dan tentang strategi apa dalam mengatasi situasi tersebut.” Ujar Sofyan.

Sofyan juga menambahkan dalam FGD ini juga mebahas mengenai anggaran dalam mengatasi indikator tersebut, apakah nantinya bisa di danai oleh APBD, APBD Provinsi maupun APBN bahkan Dana Desa dalam menunjang fungsi pendidikan tersebut.

“Kami juga akan terus mendiskusikan inovasi apa saja untuk mendanai apakah nantinya juga bisa melalui non Gaverment yang tidak mengunakan APBD dan APBN.” Ungkap Sofyan.

Hasilnya nanti dari FGD tersebut akan di bawa dan di sampaikan ke pusat untuk menjadi acuan atau rujukan pada RKP di tahun mendatang.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Kadri Bangol mengatakan Data dari Dinas Pendidikan Kotamobagu serta Data dari Bappenas bisa di singkronkan.

“Data dari dua indikator yaitu angka melek huruf dan angka lulus sekolah juga kami paparkan dalam FGD ini.”

Kadri juga berharap dari FGD ini bisa mendapatkan masukan untuk lebih menunjang Kegiatan Pendidikan di Kota Kotamobagu khususnya di jenjang Pendidikan SD dan SMP.

Sementara itu Pihak Bappenas melalui Kasubdit PEPPD, Ika Widyawati mengatakan bahwa rata angka melek huruf dan lama sekolah di Kotamoabagu sudah termasuk cukup tinggi meski walaupun masih hanya sebatas bertaraf lulusan SMP.

“Berbagai hal yang kami sarankan adalah bagaimana data – data tersebut dapat diintergrasikan bagaimana program program pada pemerintah maupun dinas bisa di intervensi dari pusat bisa di senergikan dengan intervensi di daerah.” Ujar Ika

Lebih lanjut, Ika menjelaskan dari FGD dan Evaluasi nanti pihak Bappenas akan di susun untuk laporan sebagai bahan Rencana Pembangunan kedepan untuk RKP dan RPJM, “dan mungkin bisa menjadi rujukan daerah lain bagaimana terkait proses pencapaian prioritas nasional khususnya dalam bidang pendidikan nasional.” Pungkas Ika.

Selanjutnya nanti pihak Bappenas juga akan melakukan peninjauan langsung di lapangan diantaranya di berbagai sekolah, PKBM, Stakeholder dan berbagai lokasi yang berkaitan dalam kegiatan tersebut. (Ainur Rofi)

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Peringati Jubileum 50 Tahun Di Bolmut, Panpel Berikan Bantuan Untuk Pembangunan Gereja Lokal

BOLMUT, BULAWANEWS.COM – Ketua Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia  (GBI) Sulawesi Utara Gorontalo ...