Suasana Proses Roasted Kopi di Rumah Produksi Kopi Mojago (Foto: Ainur Rofi)

Kenikmatan Cita Rasa Unik Di Kopi Organik Kotamobagu

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Indonesia memiliki banyak jenis kopi yang tersebar di seluruh daerah. Kopi di setiap daerah juga memiliki cita rasa yang khas. Salah satunya kopi Kotamobagu yang berasal dari Daerah Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Bagi anda pecinta Kopi yang kebetulan juga sedang berada di daerah Sulawesi Utara khususnya Kota Kotamobagu, terlalu sayang untuk tidak mengunjungi Rumah Produksi Kopi Mojago yang terletak di Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara.

Kopi Mojago adalah Kopi Organik jenis robusta yang asli diambil langsung dari Perkebunan Bilalang, Kopi Organik juga merupakan Kopi yang ditanam tanpa mengunakan pestisida atau pupuk lainnya. Kemudian di roasted (panggang) dengan suhu panas tertentu sehingga menghasilkan cita rasa yang unik dan nikmat.

Pemilik Rumah Produksi Kopi Mojago, Santi Mokoagow, mengatakan Usaha bisnis Kopi Mojago dimulai sejak tahun 2015 dengan pertama kali mengunakan alat yang masih sangat traditional hingga sudah memiliki alat mesin sendiri untuk menunjang usahanya seperti alat roasted dan pegilingan kopi.

Kopi Mojago dibuat dalam dua varian yaitu Kopi Original dan Kopi Jahe, bahkan dalam proses roasted juga diolah menjadi dua bagian yaitu roasted coklat dan roasted hitam sesuai dengan permintaan para penikmat kopi.

Kopi Mojago dijual mulai dengan kemasan ukuran 65 gram dengan harga Rp. 10.000 sampai kemasan ukuran 1Kg dibandrol dengan harga Rp. 140.000. “Kami sudah pasarkan produk Kopi Mojago ini di swalayan yang ada di Kotamobagu, Pasar, Outlet dan berbagai kedai kopi di wilayah Kotamobagu dan sekitarnya, bahkan sudah banyak pelanggan dari luar kotamobagu,” ujar Santi Mokoagow.

Dari hasil penjualnya, Ibu dua anak ini mengaku dapat mengatongi omset sekitar Rp. 10 Juta dalam waktu sebulan. Namun, dirinya mengaku sangat masih butuh modal untuk mendapatkan stock Kopi agar terus dapat beroperasi untuk memenuhi permintaan para pelanggan yang sangat banyak.

“Kalau musim panen harga kopi yang diambil dari petani sekitar Rp. 35.000 per kilo, sedangkan bila tak musim panen harga kopi tembus sekitar Rp. 40.000 per kilo, meski mengalami kenaikan, kami tetap menjual Kopi Mojago dengan harga yang sama meski sangat mempengaruhi keuntungan dan biaya operasional, hal ini kita lakukan agar tetap menjaga hubungan dan kepercayaan kepada pelanggan tetap baik,” ungkap Santi.

Lebih lanjut, dirinya mengaku untuk terus mengembangkan usahanya sampai ke luar daerah, selain untuk berbisnis juga mempromosikan bahwa di Kotamobagu juga mempuyai jenis kopi dengan cita rasa yang nikmat sekaligus dapat mengenalkan potensi daerah dalam bidang Kopi. (Ainur Rofi)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

SHGB Ruko Pasar 23 Maret Diperpanjang

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdakop-UKM) Kotamobagu upayakan permintaan perpanjangan ...