Pemkot Kotamobagu kembangkan Potensi Kopi Organik

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM — Pemerintah Kotamobagu menggelar Focus Grup Discusion (FGD) penelitian dan pengkajian Kopi Organik di Kotamobagu di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Fenti Mifta mengatakan, kegiatan FGD ini sangat penting untuk dilaksanakan, untuk mengetahui potensi areal pengembangan budidaya kopi di Kotamobagu.

“Dengan adanya ini kita mampu menghasilkan rekomendasi untuk lima tahun kedepan. Selain itu kita bisa memberikan pemahaman kepada para petani tentang budidaya kopi dari hulu sampai hilir,” kata Fenti.

Pihaknya saat ini telah memetakan lokasi untuk pengembangan kopi di Kotamobagu, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pihaknya dengan peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka).

“Road map (Petanya) sudah ada. Sekarang kita bisa petakan pengembangan kopi organik itu ada di Kotamobagu Selatan dan Kotamobagu Utara. Itu berdasarkan minat petani dan masyarakat. Jadi untuk dua kecamatan itu masih kita akan konsultasikan lagi dengan peneliti bagaimana kedepannya,” ujar Fenti.

Sementara itu, peneliti dari Puslitkoka Fitria Yuliasmara mengungkapkan, wilayah yang paling potensial untuk pengembangan kopi organik ada di Kotamobagu Utara. Pasalnya, di wilayah utara Kotamobagu tersebut memiliki tanah yang subur serta cocok untuk pengembangan kopi di Kotamobagu.

“Memang secara tradisional sudah menjadi penghasil kopi robusta. Dengan tanah yang luar biasa dengan pengetahuan petani juga yang sudah bagus. Tapi yang menjadi permasalahannya lokasinya ini yang sudah bukan di wilayah Kota. Kendalanya hanya adminstratif,” ujar Yuliasmara.

Sehingga di Utara itu nantinya akan di rekomendasikan sebagai tempat untuk melakukan pengolahan kopi industri hilir.

Kenapa arahnya lebih ke selatan padahal secara kesuburan tanah di selatan itu lebih rendah dibandingkan dengan tiga wilayah lain di Kotamobagu. Nah ada satu kekuatan yang paling bisa menjadikan Selatan sebagai pusat pengembangan kopi di Kotamobagu, yakni semangat dari para petani dan kemauan mereka untuk membudidayakan kopi. Masalah kesuburan itu bisa tertutupi dengan aspek manusianya.

Lebih lanjut, Yuliasmara mengungkapkan, untuk dua wilayah lain yakni kotamobagu Barat dan Timur, kedua wilayah tersebut juga berpotensi untuk pengembangan kopi. Namun, di dua wilayah tersebut memiliki kendala untuk pengembangan kopi.

“Kalau untuk Kotamobagu Barat disanakan kakao dan nanas. Petaninya juga respon untuk kopi kurang. Disana kakao dan nanasnya bagus. Sehingga disana kita lokalisir sesuai dengan minat masyarakat. Kalau sudah berminat tinggal kita dorong saja. Sedangkan di timur, sebenarnya disana itu potensial kopi robusta dan arabika. Cuma ada semacam trauma yang telah melekat di masyarakat. Pernah menamam kopi namun harganya sempat anjlok,” ungkapnya.

Ia berharap, pengembangan kopi di Kotamobagu ini lebih meningkat dari yang ada saat ini. “Saya punya banyak harapan disini untuk pengembangan kopi dengan bagus. Kunci kebangkitan kopi di satu wilayah itu adalah gerakan dari generasi mudanya,” pungkasnya. (Ainur Rofi)

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Peringati Jubileum 50 Tahun Di Bolmut, Panpel Berikan Bantuan Untuk Pembangunan Gereja Lokal

BOLMUT, BULAWANEWS.COM – Ketua Badan Pekerja Daerah (BPD) Gereja Bethel Indonesia  (GBI) Sulawesi Utara Gorontalo ...