Tiga Mantra Warnai Raker Kanwil Kemenag Gorontalo

Capt : Kakanwil Kudrat Dukalang menyampaikan arahannya saat membuka Rapat Kerja Wilayah Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Kamis (21/2/19). Rakerwil digelar di Hotel Aryaduta Manado dan diikuti 180 peserta.

MANADO (kemenag.go.id) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Manado, Kamis (21/2). Ajang tahunan ini diikuti seluruh jajaran pejabat, baik tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, dan dibuka Kakanwil Kemenag Gorontalo Kudrat Dukalang didampingi Kakanwil Kemenag Sulut Abd. Rasyid.

Kakanwil Kudrat mengatakan, rakerwil tahun ini mengusung formulasi moderasi beragama, kebersamaan, dan integrasi data. Tiga formulasi atau mantra ini merupakan tema besar rakernas yang kemudian akan di-breakdown ke dalam program-program di unit masing-masing, sehingga mantra ini akan menjadi isu sentral pada rakerwil kali ini.

“Pemaknaan bahwa pilihan untuk menetapkan moderasi beragama sesungguhnya adalah bagian dari upaya Kemenag dalam meningkatkan kualitas modal sumber daya manusia. Mengepaskan hal ikhwal untuk mencapai keseimbangan, agar dapat memberikan pelayanan paripurna kepada umat,” tutur Kakanwil.

“Dan untuk itu dibutuhkan sinkronisasi, sinergitas, kerja sama, dan sebagainya. Itu dikenal dengan kebersamaan. Kerja bersama diharapkan berpengaruh besar bagi terciptanya kebersamaan umat. Kembangkan sikap inklusif jangan eksklusif, dan itu ditata di unit masing-masing. Kita bersama dalam keberagaman. Kebersamaan dijaga,” ungkapnya.

Terkait pelayanan umat kata Kakanwil, di era digital ini sangat mustahil memberikan pelayanan yang baik tanpa melakukan transformasi manajemen data dan informasi. Pelayanan di bidang agama dan keagamaan tidak bisa lagi mengandalkan data yang kadaluwarsa, lambat, dan parsial. Melainkan harus termutakhirkan, cepat, dan terintegrasi. Kemajuan teknologi informasi harus dijadikan momentum berbenah diri untuk memberikan pelayanan umat yang lebih cepat, akurat, dan memuaskan.

“Kunci sukses program pelayanan Kemenag akan sangat dipengaruhi oleh sedetil apa penguasaan kita terhadap data dan seefisien apa kita mengelolanya. Semuanya harus terintegrasi dan mudah diakses dengan satu jari,” terang Kakanwil.

“Aparat Kemenag harus memiliki kesadaran terhadap pentingnya data, sehingga tercipta budaya data. Sekali lagi, data yang valid dan terintegrasi akan menentukan jenis informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Data yang akurat dan berkualitas juga akan menentukan jenis kebijakan yang diambil,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Hamka Arbie menjelaskan rakerwil merupakan wadah dan wahana untuk menyamakan komitmen, dan langkah kerja, dalam upaya meningkatkan kinerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo secara umum dan pembangunan bidang agama secara khusus. Untuk tahun ini diikuti 180 peserta, dan akan berlangsung selama tiga hari.

“Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi, dalam rangka meningkatkan komitmen untuk mensukseskan program unggulan Kementerian Agama tahun 2019, yakni Tahun 2019 sebagai Tahun Moderasi Beragama, Tahun 2019 sebagai Tahun Kebersamaan, dan Tahun 2019 sebagai Tahun Sadar Data,” imbuhnya. (*)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Ny. Tri Tito Bangkitkan Kembali Hobi Istri Direktur Polisi Udara

MANADO – Hobi Nina Juwita Hastuti kembali bergelora sejak Ir. Hj. Tri Suswati atau yang ...