Pengusaha Kue Kabesa Banjir Peminat, Berharap Segera Punya Izin PIRT
Proses Pemanggangan Kue Kabesa milik Mintje Lendeng/Foto: David

Pengusaha Kue Kabesa Banjir Peminat, Berharap Segera Punya Izin PIRT

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Saat ini bisnis kuliner di Kotamobagu semakin di gandruingi oleh pengusaha rumahan. Terutama Ibu-ibu rumah tangga yang memiliki keahlian dalam memasak. Salah satunya adalah Mintje Lendeng (63), warga Lorong Lembang Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat.

Mintje Lendeng, atau akrab dipanggil Ci Giok, mengaku sudah membuat Kue kering sejak tahun 1985, semasa dirinya masih nona-nona. Hal ini diungkapkannya saat ditemui awak media BULAWANEWS.COM dikediamannya. Sabu 27 April 2019.

Ia pun menceritakan berbagai pengalamannya di dunia kuliner. Salah satunya adalah membuat kue kering Kabesa. Awalnya Mintje melayani pesanan Kue bolu dan bagea dari teman-teman dan krabatnya. Namun seiring waktu berjalan banyak juga teman atau kerabat yang memesan Kue kabesa.

“Saya belajar membuat kue sudah dari tahun 1985, tetapi untuk produksi kue kering kabesa baru di mulai pada tahun 2015. Sebelumnya saya buat kue bolu dan bagea, tetapi karena ada permintaan saya mencoba buat kue kabesa,” kata Ci Giok.

Berkat usahanya ini, akhirnya Ci Giok pun memiliki pelanggan tetap, bahkan semakin bertambah setiap tahunnya. Ia merasa usahanya ini punya penghasilan tetap.

Dikatakan Ibu tiga anak ini, bahwa dalam memproduksi kue kabesa, Ia di bantu satu oleh seorang pekerja. Dan kini produksinya kuenya sudah merambah ke kios-kios di pasar serasi dan pasar 23 maret dengan harga eceran Rp 5.000 per bungkusnya

“Harga jualnya per bungkus Rp 5.000 isi enam biji, dan kue ini mudah di dapat, klo mau coba tinggal cari di kios-kios seputaran pasar serasi dan 23 maret, pasti ada, ” imbuhnya

Dalam menekuni usahanya, Ci Giok juga pernah mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Sosial, bahkan kerap mengikuti penyuluhan dari Dinas Perindustrian terkait produksi makanan yang aman.

“Mendapat bahan seperti tepung kompas, telur, gula dan minyak kelapa, dan sampai juga menerima uang transport dari Dinas ketika ikuti penyuluhan,” ungkap Ci Giok

Namun, Ia berharap Pemkot Kotamobagu, melalui Dinas Kesahatan, bisa segera mengeluarkan izin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT), karena sudah hampir tiga tahun sejak tempat usahanya di kunjungi Dinas, tetapi izin masih belum di dapat.

Sehingganya, Ia merasa terkendala untuk memasarkan produksi usahanya di bebeapa supermarket dan toko Swalayan yang ada di Kota Kotamobagu.

“Sayangnya, saya belum mengantongi izin PIRT, sehingga ini menjadi kendala saya dalam memasarkan kue buatan saya, “ ungkapnya. (David)

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Jelang Imlek, Kue Kabesa Ci Giok Mulai Dipesan

POTENSI DAERAH, BULAWANEWS.COM – Perayaan Imlek membawa berkah tersendiri bagi pembuat kue tradisional di Kota ...