Terkait Pilkada 2020, Netizen Viralkan #Stop Import Cakada di Pohuwato
Netizen Pohuwato virakanl #Stop Impor Cakada/Foto: Dahlan/Whatsapp

Terkait Pilkada 2020, Netizen Viralkan #Stop Import Cakada di Pohuwato

POHUWATO, BULAWANEWS.COM – Pelaksanaan Pemilu 2019 memang telah usai, namun pesta demokrasi di sejumlah daerah masih akan terus berlanjut, dalam proses Pemilihan Calon Kepala Daerah (Pilkada) serantak di tahun 2020.

Diantara sejumlah daerah, Kabupaten Pohuwato adalah salah satu daerah yang akan melaksanakan pesta demokrasi. Pohuwato dipastikan akan melaksanakan Pilkada pada pertengahan tahun 2020 nanti.

Meskipun pelaksanaannya di tahun 2020, namun kalangan warga netizen yang aktif menggunakan Media Sosial (Medsos), seperti Facebook, Instagram, Whatsapp, dan twitter mulai marak membagikan postingan #Stop Import Cakada.

Postingan yang memiliki arti Stop Import Kader Calon Kepala Daerah dari Luar Pohuwato/#Stop Import Cakada, merupakan penolakan netizen Pohuwato yang tidak menginginkan calon pemimpin dari luar daerah mereka.

Berikut koment-koment netizen yang membagikan #Stop Import Cakada, hingga jadi viral:

“Waspadalah orang luar pohuwato mulai melirik kita”, tulis seorang netizen di Group Facebook Portal Pohuwato Madani

“Mari kita perlihatkan kepada mereka bahwa setelah Pasisa (Bupati Syarif Mbuinga) banyak kader pohuwato yang siap jadi peminpin di pohuwato tercinta…. #Stop Import Cakada, ” tulis seorang netizen lainnya.

“Sangat banyak kader putra daerah yang jadi pemimpin kedepan Pohuwato.. ada.. Iwan Adam…. ada Nasir Giasi.. ada Ibrahim Bouty.. Ada Saiful Mbuinga dan Ibu Suharsih. Pohuwato tidak butuh import,” ungkap netizen dalam sebuah group WhatsApp.

“Pohuwato tidak butuh pemain transfer dari luar. Apalagi cuma pemain sirkus, pemain ceme. Stop pemain transfer masuk di Pohuwato. Rakyat tidak butuh pemain transfer, ” ungkap netizen lainnya.

Meski demikian, sebagian netizen juga punya pendapat berbeda. “Andai saja, orang luar Pohuwato yang mau jadi Cakada dan mempunyai kompetensi untuk membuat Pohuwato menjadi lebih, lebih dan lebih….Kira-kira bagaimana..?,” tulis netizen dengan nada bertanya.

Terlepas dari itu semua, mayoritas masyarakat Pohuwato, menginginkan kedamaian, jangan hanya karena perbedaan di Pilkada harus timbul perpecahan.

“Pilkada sejogyanya menjadi pesta demokrasi yang harus diberi etensi penuh oleh masyarakat. Karena hanya lewat Pilkada, warga memiliki kebebasan dalam menentukan pemimpin kedepan di daerahnya. Sebab, kedaulatan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Tapi tanpa adanya perpecahan, “ ungkap warga Pohuwato, kepada BULAWANEWS.COM. (Dahlan)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Pemkab Pohuwato dan Pemprov Banten Gelar Pembinaan Kepada Para Transmigran

Pemkab Pohuwato dan Pemprov Banten Gelar Pembinaan Kepada Para Transmigran

POHUWATO, BULAWANEWS.COM – Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato, serta Pemkab Boalemo menggelar kerjasama ...