Atasi Masalah Gizi Buruk Balita, Pemkab Pohuwato Segera Anggarkan Dana Stunting
Wabup Pohuwato, Amin Haras, saat membuka kegitan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pohuwato/Foto: Dahlan

Atasi Masalah Gizi Buruk Balita, Pemkab Pohuwato Segera Anggarkan Dana Stunting

POHUWATO, BULAWANEWS.COM – Banyaknya kasus gizi buruk terhadap Bayi Lima Tahun (Balita), Pemerintah Kabupaten Pohuwato akan segera menganggarkan Anggaran Dana Stunting dalam RKPD atau Rencana Kerja (Renja) yang tertuang di APBD-P Pohuwato tahun 2019.

Hal ini dikatakan Wakil Bupati Pohuwato, Amin Haras saat membuka kegiatan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pohuwato, yang berlangsung di Aula Baperlitbang, Rabu 26 Juni 2019.

Dalam sambutannya, Wabup Amin Haras mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun komitmen daerah dalam merumuskan aksi konvergensi stunting, baik yang terkait dengan kegiatan intervensi gizi spesifik, maupun kegiatan intervensi gizi sensitive.

“Nantinya usulan anggaran dimasukkan dalam dokumen perencanaan penganggaran daerah, baik yang dituangkan dalam RKPD ataupun Renja Perubahan. Ini akan menjadi pedoman penyusunan APBD-Perubahan tahun 2019, untuk menjadi pedoman penyusunan APBD tahun 2020, “ ujar wabup.

Menurutnya, pemahaman terkait stunting, adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Akibat dari kekurangan gizi kronis tersebut, sehingga pertumbuhan anak menjadi kerdil atau terlalu pendek untuk usianya.

“Dengan adanya Rembuk Stunting ini, diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dan meneguhkan komitmen daerah dalam merumuskan kegiatan penanganan penurunan stunting di Kabupaten Pohuwato, “ jelas wabup.

Senada, Kaban Baperlitbang Irfan Saleh mengatakan, bahwa data stunting dari jumlah orang di tahun 2018 ada sekitar 1001 anak yang terindikasi pendek dan sangat pendek. Pada 2019 menurun menjadi 947 orang, itupun data pada yang diambil pada bulan Mei 2019.

Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi, beberapa factor menjadi indikasi, diantaranya praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Antenatal Care, (pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter atau bidan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil)

“Sehingganya, penanganan stunting ini perlu dilakukan oleh multisektor, “ ujar kaban.

Hadir dalam kegitan tersebut, Ketua DPRD Nasir Giasi, Anggota DPRD Beny Nento, Sekda Djoni Nento, Kepala Baperlitbang Irfan Saleh, Kadis Kesehatan dr. Supandi M.Abdullah dan Koordinator Sulawesi Ditjen Bina Bangsa Andi Irfanji. (D. Hapulu)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Syarif Mbuinga Membuka Tenis Meja Bupati Cup se Indonesia Timur

POHUWATO,BULAWANEWS.COM.- Bertempat di gedung futsal event Tenis Meja Bupati Cup se Indonesia Timur resmi dibuka ...