Kadis Herman Aray (Kemeja Putih) Ko Titi (Kaos Hitam) Bambang Dachlan (Satpol PP) di hadapan awak media, Selasa (4/6/2019)/ Foto : David

Jual Minuman Coca Cola, Sprite, Fanta Harga Mahal, Tim Gabungan Grebek Toko Tita

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM –  Tim gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Grebek Toko Tita yang terletak di kawasan segitiga kelurahan Kotamobagu

Ketika petugas tiba di lokasi didapati seorang pembeli terlihat kesal karena harga minuman Coca Cola yang dibelinya untuk ber lebaran besok menjadi sangat mahal

Pembeli Ibu R Korompot Dengan Minuman Yang Dibeli dari Toko Tita/Foto : David

“Ini Coca Cola 1 Liter untuk setengah lusin so harga seratus ribu rupiah, kalu saya beli satu lusin harganya sudah dua ratus ribu rupiah, dan saya keberatan dengan harga ini,” Kata Ibu Rapiah Korompot (52) warga kelurahan Biga

Selain itu Manshur warga Boltim juga merasa keberatan dengan harga yang dipatok Toko Tita, tetapi karena tidak ada tempat lain yang menjual minuman, Dan karena terpaksa dibeli sekalipun mahal

“Mahal !! memang harga minuman di toko ini tetapi tidak tempat lain lagi, mau beli kemana lagi,” katanya dengan nada memelas

Kadis Disperindagkop UKM Heman Aray yang memimpin lansung tim gabungan kepada awak media mengatakan, bahwa hasilnya ditemui fakta Toko Tita mejual minuman Coca Cola, Fanta, Sprite untuk ukuran 1 liter seharga Rp 180.000 – Rp 200.000 perlusin, sedangkan untuk ukuran 1,5 liter dipatok harga Rp 300.000 per liter dan untuk ukuran kecil per lusin dijual Rp 75.000 dari HET normal Rp 46.500

“Keuntungan yang diraup oleh toko Tita sudah diluar batas kewajaran oleh karena itu kami grebek berdasarkan laporan masyarakat, Alhasil warga pun keberatan dengan harga-harga tersebut tetapi mereka tidak pilihan tempat lain,” kata Aray

Sementara itu Pemilik Toko Tita Titi Jonathan Gumoli ketika menjawab pertanyaan awak media menjelaskan terkait harga minuman yang dijual mengatakan untuk yang 1,5 liter stock sudah habis, sekarang kurang ukuran 1 Liter

“Saya menjual dengan harga seperti ini karena dasar pokoknya sudah tinggi, karena saya membeli dari beberapa toko di manado,” pungkasnya (David)

 

.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

BPBD Kotamobagu Simulasikan Penggunaan Ponsel Pintar Sebagai Alat Tanggap Bencana

KOTMOBAGU,BULAWANEWS.COM,-  Bertempat di balai desa Bilalang II kecamatan Kotamobagu utara, BPBD Kotamobagu melalui bidang Pencegahan ...