Terkait Ranperda APBD TA 2018, Pemkab Pohuwato Fokus Pada Keuangan Daerah
Wabup Pohuwato, Amin Haras saat menerima dokumen Ranperda APBD TA 2018 dari Ketua DPRD Pohuwato, Nasir Giasi/Foto: Dahlan

Terkait Ranperda APBD TA 2018, Pemkab Pohuwato Fokus Pada Keuangan Daerah

POHUWATO,BULAWANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato menghadiri Rapat Paripurna Nota Pengantar Laporan Pemerintah Daerah atas Pengajuan Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2018, di Gedung DPRD, Kamis (20/6/2019)

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Amin Haras mengatakan, bahwa Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2018 lebih diarahkan pada penjelasan mengenai Pertanggungjawaban Keuangan Pemerintah Kabupaten Pohuwato.

Dikatakan wabub, berdasarkan hasil audit BPK-RI atas Laporan Keuangan tahun 2018, dari Laporan Realisasi Anggaran pada APBD tahun 2018, secara umum menekankan pendapatan, belanja dan pembiayaan.

“Untuk mencapai pengelolaan pendapatan daerah yang lebih baik, maka perluperlu ditetapkan arah peningkatan pendapatan daerah. Arahan tersebut berfokus pada peningkatan dan optimalisasi PAD khususnya pada penerimaan pajak daerah, “ ujar wabup.

Menurutnya, PAD sebagai sumber penerimaan pajak daerah merupakan indikator kekuatan dan kemandirian pembiayaan pembangunan daerah, juga merupakan komponen yang paling memungkinkan untuk dioptimalkan penerimaannya.

Wabup Amin juga menjelaskan, bahwa PAD TA 2018 realisasi total pendapatan daerah sebesar Rp904.691.929.792,04, terdiri dari PAD yang sah sebesar Rp52.151.698.921,04, dan Pendapatan Transfer sebesar Rp828.345.870.871, serta pendapatan lain-lain daerah yang sah sebesar Rp24.194.360.000.

“Penggunaan anggaran belanja daerah harus tetap terarah, efisiensi dan efektif dalam mendukung prioritas pembangunan yang telah ditetapkan. Realisasi total belanja daerah pemerintah Kabupaten Pohuwato pada TA 2018 sebesar Rp904.012.837.841,45. Dari pendapatan dan belanja tersebut maka pada 2018 terdapat surplus APBD sebesar Rp679.091.950,59, “ jelas wabup.

Sementara untuk memanfaatkan pembiayaan surplus APBD TA 2018, lanjut wabub, maka ditempuh berbagai upaya strategis dalam mengoptimalkan pembiayaan pada pelaksanaan APBD TA 2018.

“Untuk pembiayaan daerah pada tahun 2018 terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp35.463.921.427,44. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan adalah sebesar Rp6 Miliar, sehingga pembiayaan netto adalah sebesar Rp29.463.921.427,44. Dan Silpa TA 2018 sebesar Rp30.143.013.378,03. (D.Hapulu)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Sekda Pohuwato, Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Program Peningkatan dan Produktivitas BLK

POHUWATO,BULAWANEWS.COM-. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pohuwato, Djoni Nento hadiri sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Berbasis ...