Wabup Amin Haras Hadiri Sosialisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tingkat Kabupaten Pohuwato
Wabup Amin Haras saat memimpin Sosialisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tingkat Kabupaten Pohuwato

Wabup Amin Haras Hadiri Sosialisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tingkat Kabupaten Pohuwato

POHUWATO, BULAWANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Pohuwato, hari ini menggelar Sosialisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tingkat Kabupaten Pohuwato, di Gedung Panua Kantor Bupati. Rabu, (17/7/2019).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pohuwato, Amin Haras, bersama Sekdakab Pohuwato Djoni Nento, dan para pejabat teras Pemda, serta Komisi II DPRD Pohuwato, Iwan Abay.

Hadir pula para nara sumber, diantaranya Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Bone Bolango, Mohamad Tahir, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Faisal Lamatarapa, Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum pada Kejati Gorontalo, Kurniawan.

Saat pembahasan, Wabup Amin menyampaikan, bahwa kegiatan RHL adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan sekaligus meningkatkan fungsi hutan dan lahan khususnya di Kabupaten Pohuwato.

“Penanaman kembali hutan-hutan yang kritis membutuhkan peran dukungan dan suport dari semua pihak dan stakeholder, kaena hal ini berkaitan erat dengan hajat hidup orang banyak, “ ujar wabup.

Bahkan, menurut wabup, hal ini juga berkaitan dengan persoalan ekonomi masyarakat, sebab sebagian masyarakat petani mengandalkan hujan. Namun, banyaknya hutan yang gundul akibat di rambah oleh orang yang tidak bertanggungjawab, sehingga banjir dan longsor kerap terjadi.

Maka dari itu, wabup menegaskan hal ini harus segera ditangani dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Wabup berharap, melalui RHL ini, untuk program tahun 2019 kegiatan reboisasi lebih diarahkan pada lahan-lahan kritis yang ada di daerah, khususnya wilayah rawan bencana. Selain itu, wabup juga menjelaskan soal penggunaan lahan dikemiringan gunung.

“Kedepan kita sama-sama mengajak masyarakat untuk tidak mengolah lahan yang padat di kemiringan tertentu. Sebab lahan yang dikelola pada kemiringan 30 persen kebawah, apabila ditanami dengan tanaman yang menghasilkan erosi, maka bisa mengakibatkan bahaya banjir dan lain sebagainya, “ jelas wabup.

Oleh karena itu, kata wabup, melalui kegiatan ini perlu adanya peran dari Camat dan Kades untuk menyampaikan kepada masyarakat terutama kesadaran masyarakat agar tidak menggunakan kawasan yang harus di rehabilitasi.

“Supaya kembali menjadi hutan dan akan menjadi penyangga air hujan yang bisa mengeliminir dan mengurangi bencana akibat hujan, seperti DAS Randangan, Popayato yang akibat dari kondisi hutan yang perlu mendapatkan perhatian kita semua, “ terang wabup.

Amin Haras juga, membeberkan program KLHK. Ia mengatakan tahun 2019, KLHK melalui BPDASHL Bone Bolango Provinsi Gorontalo mengalokasikan kegiatan reboisasi berupa penanaman RHL. Untuk Kabupaten Pohuwato mendapat alokasi seluas 2.045 Ha, yang berada di KPH wilayah III Pohuwato seluas 1.060 Ha dan KPH wilayah I,II Gorontalo Barat seluas 985 Ha. (D.Hapulu)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Syarif Mbuinga Membuka Tenis Meja Bupati Cup se Indonesia Timur

POHUWATO,BULAWANEWS.COM.- Bertempat di gedung futsal event Tenis Meja Bupati Cup se Indonesia Timur resmi dibuka ...