Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Terkait Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan yang bertempat di ruang pola kantor bupati, Rabu (4/9/2019)

Pemkab Pohuwato Menggelar Rakorda Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan

POHUWATO,BULAWANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Terkait Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan yang bertempat di ruang pola kantor bupati, Rabu (4/9/2019) kemarin

Assisten Pemerintahan Fitser Mohune mewakili Bupati membuka Rakor dan dihadiri Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Camat, Polres Pohuwato, Basarnas, dan pihak PDAM

“Rakor sebagai upaya pemerintah mengambil ancang-ancang untuk menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi bisa saja terjadi dalam waktu dekat serta meningkatkan peran BPBD dalam memberikan akses informasi dan cara-cara penanggulangan bencana di daerah” ucapnya

Ditambahkan pertemuan ini juga mendengar informasi dari camat yang mana lebih mengetahui daerah-daerah rawan kekeringan serta diarahakan berkoordinasi dan bersinergi

“Sebagai upaya langkah-langkah mitigasi yang bersifat jangka panjang baik stuktural maupun non struktural. Misalnya penentuan tiitk pembuatan sumber air tanah yang tepat dan efelktif untuk penanganan bencana kekeringan” tambahnya

Sementara itu Kepala BPBD Ramon Abdjul menambahkan, rakor dengan dinas terkait untuk memetakan daerah-daerah yang rawan alami kekeringan selama musim kemarau dan menyiapkan upaya untuk mengantisipasi dampaknya

“Rapat awal dalam rangka penentuan status siaga bencana selama 14 hari, artinya penanganan bencana sudah harus bergerak, ketika hujan tidak turun lagi, maka pada hari ke-15 ditingkatkan status menjadi status tanggap darurat bencana, dimana seluruh stake holder yang tergabung dalam pos komando iakan memberikan bantuan kemanusiaan”

“Evaluasi dan penyelamatan untuk kelangsungan hidup selama 14 hari. Kemudian masuk pada fase pemulihan bencana sampai dengan datangnya musim huajn. Ini langkah kita dan sudah dimulai saat ini, dan ini merupakan persyaratan awal agar kita tidak salah melangkah dalam rangka menangani bencana kemarau di pohuwato” urai Ramon Abdjul

Sebelumnya berdasarkan data yang diterima BMKG, diperkirakan musim kemarau tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, tidak menutup kemungkinan bisa panjang bahkan menjadi ekstrim.

Dahlan

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Wabup Pohuwato Hadiri Rakor Antisipasi Corona di Kota Gorontalo

POHUWATO, BULAWANEWS.COM – Terkait merebaknya virus corona atau covid 19 di seluruh Indonesia, Pemerintah Provinsi ...