Anggota DPRD Kotamobagu Fachrian Mokodompit (kaos kuning) bersama Kadis Disperindagkop UKM Herman Aray

Terkait Relokasi Pedagang, Anggota DPRD Kunjungi Pasar 23 Maret

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM  – Anggota DPRD Kotamobagu Fachrian Mokodompit pada Sabtu (28/9/2019) kemarin mengunjungi pasar 23 maret bertujuan memantau lansung proses persiapan tempat berjualan bagi pedagang kaki lima yang akan direlokasi oleh Pemkot Kotamobagu

Amatan Bulawanews.com sebelum kedatangan Anggota DPRD termuda ini sudah terlihat Kepala Dinas Perdagangan Herman Aray dibantu beberapa stafnya sudah terlihat mengangkut semua lapak-lapak tak bertuan serta membersihkan lokasi dalam gedung yang memang dipersiapkan bagi pedagang yang akan direlokasi

Rencana merelokasi para pedagang kedalam bangunan Pasar 23 Maret Kotamobagu, Senin (30/9) besok, ternyata disambut baik salah satu Anggota DPRD Kotamobagu, Fachrian Mokodompit.

Meski begitu, Aleg dua periode ini mengingatkan Pemerintah dalam hal ini Disdagkop-UKM Kotamobagu, agar dalam proses relokasi pedagang ke dalam bangunan Pasar 23 Maret nanti, harus dilakukan secara merata agar tidak terkesan tebang pilih.

“Menyampaikan aspirasi sejumlah pedagang, maka kami mintakan kepada pemerintah agar tidak hanya pedagang yang berada di pintu masuk pasar saja yang direlokasi ke dalam bangunan pasar, tapi yang berjualan di pinggir jalan kompleks pasar 23 maret, juga harus direlokasi ke dalam, agar merata dan tidak ada kecemburuan diantara pedagang,” ujar Rian kepada sejumlah awak media, disela-sela kunjungannya ke Pasar 23 Maret kelurahan gogagoman

Ia pun melihat, kebijakan pemerintah dalam menata pasar agar tertib dan rapi merupakan tujuan bersama pihak eksekutif dan legislatif, sesuai perda Trantibum yang telah disepakati bersama. Namun dalam proses pelaksanaanya, harus dilakukan dengan pendekatan secara persuasif.

“Dengan keadaan yang sekarang, memang harus ditertibkan, apalagi landasan hukumnya kan sudah ada Perda Trantibum. Sesuai informasi batas yang diberikan untuk pedagang pindah ke dalam bangunan pasar itu hari minggu malam, namun jika masih ada pedagang yang tidak mengindahkannya, kita minta jangan sampai ada tindakan represif, tapi harus didekati secara humanis karena persoalan ini juga sudah menjadi isu di internal kami, makanya kita akan terus kawal,” tegasnya.

Lebih lanjut, dirinya menyayangkan jika bangunan representatif Pasar 23 Maret yang disediakan pemerintah untuk pedagang tersebut tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

“Dengan penyediaan bangunan serta fasilitas pasar yang telah memadai seperti ini, tentunya kami harapkan dapat dimanfaatkan pedagang sebaik mungkin,” tutupnya (*/David)

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Kesbangpol Kotamobagu Gelar Pertemuan Dengan FKUB

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Kantor Badan Kesatuan Bangsa Dan Politk (Kesbangpol) Kotamobagu menggelar pertemuan bersama FKUB Kota ...