sosiaisasi pengelolaan persampahan dengan system Reuse, Reduce, dan Recycle (3R)

DLH Pohuwato Gelar Sosialisasi Reuse, Reduce, dan Recycle (3R)

POHUWATO, BULAWANEWS.COM – Dalam rangka menambah wawasan masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pohuwato menggelar sosiaisasi pengelolaan persampahan dengan system Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) di Aula Kantor DLH, Selasa (19/11).

Kegiatan yang dibuka oleh Kadis DLH Bahari Gobel dan diikuti 50 orang peserta yang terdiri dari unsur desa, masyarakat, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Pengelola Bank Sampah dan utusan TPS 3R yang ada di Marisa, Duhiadaa dan Buntulia

Dalam pertemuan itu, Bahari Gobel, mengungkapkan, dengan adanya sosialisasi pengelolaan persampahan dengan sistem 3R ini maka diharapkan penanganan permasalahan sampah rumah tangga di Bumi Panua sebutan lain Kabupaten Pohuwato dapat di antisipasi sejak dini

Dikatakannya, dulu pengelolaan sampah dikumpul, angkut dan dibuang, apa itu sampah organik maupun non organik semuanya dibuang atau ada saja yang dibakar.

“Namun dengan adanya paradigma baru yakni 3R maka sampah tidak semuanya dibuang, 3 istilah ini adalah langkah-langkah atau proses mengelola dan menangani sampah dengan berbagai macam yakni Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya,” kata Gobel

“Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat,” sambungnya

Ditegaskan, Gobel, pengelolahan sampah sudah masuk pada urusan wajib dengan sistem 3R ini merupakan program baru yang mungkin baru 3 tahun dan ini sudah dijalankan.

‘Nantinya. Akan ada yang namanya Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) yaitu pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga,” imbuhnya

“Tahun 2017 Pemerintah Pusat sudah mengeluarkan Jakstranas pada oktober 2017, daerah diminta oleh pusat menyusun Jakstrada, Ahamdulillah di pohuwato sudah selesai dan itu sudah di SK-kan bupati pada Oktober 2018. Di Jaksrada itu sudah diatur dari 2019 sampai 2025 kita usahakan sampah jadi 0 persen dengan adanya 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan,” pungkasnya

Kemudian kegiatan diakhiri dengan penyerahan thumbler kepada salah satu kades yang diserahkan oleh PT. Cargil disaksikan Kadis DLH Bahari Gobel dan Kasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, DLH Provinsi Yusdin Danial.

Selanjutnya, dalam rangka pegurangan sampah plastik, tiga perusahaan menyerahkan CSR dalam bentuk thumbler dari PT Cargil bantuan thumbler 200 buah, PT Puncak Emas Tani Sejahtera /KUD Dharma Tani 50 buah, dan PT Balayo Harmonis Gorontalo 50 buah.(**)

Dahlan H

 

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*