Kabela dan Cindera Mata Khas Mongondow Produksi Kelompok Lestari Desa Bilalang Satu

POTENSI DAERAH,BULAWANEWS.COM Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 dan Jambore Temu Kader Ke-1 PKK Kotamobagu, yang dibuka oleh Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara bersama Wakil Wali Kota Nayodo Kurniawan, Sekda Ir sande Dondo serta turut hadir ketua DPRD Kotamobagu Meidy Makalalag juga sejumlah Anggota DPRD di lapangan Beringin Desa Kopandakan Satu Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (18/11)

Bisa dikatakan ajang promosi aneka produk UKM Kotamobagu, Salah satunya produk Kabela dan beberapa souvenir khas Bolaang Mongondow bauatan kelompok Lestari di Desa Bilalang I Kecamatan Kotamobagu utara

Sangat diiminati untuk dibeli dijadikan koleksi dan juga cindera mata, Pimpinan kelompok Haminah Mokoagow (63) yang menekuni dan melestarikan usaha ini sejak 15 tahun silam, kepada awak media mengatakan

“Saat ini membawahi tujuh pengrajin yang menjadi binaannya sebagai upaya menjaga kearifan lokal kota Kabela agar diketahui generasi sekarang ini,” ujarnya

Lanjutnya, Ia melihat peluang bisnis, karena Kabela digunakan untuk tarian penyambutan tamu, selain itu sangat cocok untuk dijadikan bahan souvenir atau cindera mata serta sebagai tempat untuk menyimpan cincin atau perhiasan lainnya.

“Kerajinan ini dikerjakan selama lima belas hari tanpa henti,” ucap Haminah.

Begitu juga dengan hamunse pada umumnya dipakaikan dibagian leher dengan memakai pakaian adat khas Bolaang Mongondow dan biasanya digunakan pada mempelai wanita membuatnya memakan waktu selama lima belas hati lamanya.

“Hasil kerajinan ini  sudah ada yang menjadi langganan seperti beberapa kantor pemerintah bahkan ada juga dari Jakarta yang memesannya,” imbuhnya

“Dan dari hasil usaha pembuatan kabela dan lain sebagainya digunakan unruk membiayai kehidupan keluarga dan menyekolahkan anak-anak sampai selesai dibangku kuliah,” sambung Haminah.

Haminah pun berharap usaha yang dirintisnya selama puluhan tahun ini dapat berkembang dan lebih maju lagi.”Serta selalu menjadi bagian melestarikan adat dan budaya Bolaang Mongondow agar supaya lebih dikenal oleh masyarakat luas.”

Robby Paputungan

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*