Suasana Imlek di salah rumah warga Tionghoa. Foto: Dok, Istimewa

Meriah Dan Penuh Keakraban Tahun Baru Imlek 2571 Di Kotamobagu

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Kerukunan antar umat beragama di Kota Kotamobagu memang patut untuk dijadikan sebagai contoh toleransi antar umat beragama di Sulawesi Utara. Ini terlihat dari suasana kasih persaudaraan di sejumlah kawasan pertokoan di Kelurahan Gogagoman saat Perayaan Tahun Baru Imlek 2571, Sabtu (25/1)  

Pengusaha Antonius Budiman ketika menyambut Sekretaris Dewan Moh Agung Adati

Warga Muslim dan Warga Kristen mengunjungi kerabat dan temannya yang merayakan Imlek sambil berjabat tangan dan memberikan ucapan selamat : “Gong xi, Gong Xi Fa Cai ” sehingga suasana meriah dan penuh keakraban begitu terlihat sekali

Di kediaman keluarga besar pengusaha Antonius Budiman terlihat ramai warga mendatangi untuk bersilaturahim dan merayakan Imlek bersama pemilik Supermarket Abdi Karya dan Dragon Swalayan ini

Begitu juga di kawasan pertokoan lainnya, nampak rumah keluarga besar pengusaha Hieski Laoritan menerima tamu dari kerabat juga relasi dan langganannya

Jamuan makan siang di hari Imlek

Anggota DPRD Kotamobagu Hi Rewi Daun dari Partai Hanura terlihat datang bersama keluarganya kepada Bulawanews.com, mengaku kebiasaan mengunjungi kerabatnya yang beragama Budha saat perayaan Imlek sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya.

“Kita sudah semacam saudara. Ini sejak kecil saya bersama orang tua selalu ke sini, tahun kemarin juga datang kesini,” kata Daun di rumah keluarga Laoritan

Sementara Moh Yudi Lantong.SH yang datang bersama sejumlah rekannya itu tampak terlihat begitu akrab dengan kerabat yang dikunjunginya itu. Dia dan rekan-rekannya bahkan makan bersama dan tampak santai bercerita hingga disuguhi kopi

“Di Kotamobagu saling mengunjungi saat lebaran dan Imlek itu sudah menjadi tradisi, dan itulah wujud nyata persaudaraan kami disini,” ujar Lantong yang berprofesi sebagai pengacara

Dia mengatakan, saling mengunjungi disaat hari besar keagamaan bagi warga Kotamobagu merupakan sebuah hal yang sudah berlangsung sejak lama, dan kebiasaan itu hingga kini masih terus terpelihara di masyarakat.

“Meski mayoritas warga beragama Muslim, tak pernah ada perbedaan perlakuan terhadap warga yang beragama lain sejak puluhan tahun silam, kami hidup rukun dengan moto daerah kami Mototompiaan, Mototabian, bo Mototanoban yang artinya saling memperbaiki, saling menyangi dan saling mengasihi,” tandas Lantong

David

 

Komentar Facebook

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi *

*

x

Berita Lainnya

Oknum ASN Dishub, Diduga Keluarkan Kata-kata Tak Pantas Pada Karyawan Gudang

KOTAMOBAGU,BULAWANEWS.COM – Kelakuan tak pantas diduga telah dilakukan Oknum ASN yang bertugas di Dinas Perhubungan ...