(Kiri) Kepala Bagian Hukum Pegadaian Kanwil V Manado, Melky Lolowang, (Kanan) Saksi Kunci Sidang Gugatan Sederhana, Djemmi Makalalag.

Astaga! Saksi Kunci dan Penggugat mengaku didatangi dan ditawari Uang Oleh Oknum Pegawai dan Oknum Pengacara Pegadaian Cabang Kotamobagu

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Pihak Pegadaian Cabang Kotamobagu diduga melakukan cara-cara inprosedural agar dapat memenangkan sidang Gugatan sederhana yang dilayangkan oleh penggugat Fony Watulingas ke Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu.

Di mana setelah gugatan tersebut didaftarkan ke PN Kotamobagu, Saksi Kunci dan Penggugat didatangi oleh beberapa Oknum Pegawai dan Oknum Pengacara pihak Pegadaian yang meminta saksi kunci tidak hadir dan menjadi saksi dalam sidang, sementara untuk pihak penggugat diminta untuk mencabut gugatan degan mengiming-imingi akan diberikan uang kompensasi.

Hal tersebut sebagaiamana yang diceritakan Djemmi Makalalag (Saksi Kunci)  ketika diwawancarai wartawan media ini.

Ia mengaku, pada saat sebelum sidang, Oknum-oknum Pegawai Pegadaian beserta pihak pengacara mereka (Pegadaian) mendatanginya pada malam hari dan memintanya untuk tidak menjadi saksi dalam gugatan sederhana tersebut dan diiming-imingi uang.

“Mereka datang bersama pengacara mereka, saya kenal mereka (oknum-oknum karyawan) yang datang, karena mereka adalah mantan anak buah saya saat masih bekerja di Pegadaian,” cerita Djemmi yang merupakan mantan karyawan Pegadaian.

Dirinya enggan membeberkan jumlah uang yang dijanjikan kepadanya bila mengiakan permintaan mereka untuk tidak menjadi saksi dalam sidang tersebut.

“Kedatangan mereka malam itu, meminta saya tidak menjadi saksi dengan memesan agar saya ‘baku Inga’ dengan para petinggi Pegadaian, namun karena saya tidak merespon, mereka kemudian mengatakan kepada saya bila mereka sudah memenangi sidang gugatan tersebut padahal belum ada keputusan dari majelis hakim,” bebernya.

Hal senada juga diungkapkan, Fony Watulingas (penggugat) ketika diwawancarai Media ini.

Dirinya mengaku, setelah ia menggugat perbuatan Pegadaian yang menjual unit jaminan miliknya, ia sempat didatangi oleh beberapa oknum pegawai Pegadaian.

“Saya didatangi di rumah dan diminta untuk mencabut gugatan tersebut, saya ditawari bila mencabut gugatan, maka saya akan diberikan uang kompensasi sebesar Rp 3 juta rupiah,” paparnya saat berbincang dengan wartawan media ini, di Kantor Pengadilan Negeri Kotamobagu, pekan lalu.

Tawaran tersebut, kata Fony, tak membuat hatinya yang sedang mencari keadilan dengan menggugat ke PN Kotamobagu tergoyahkan.

“Saya kecewa, kenapa nanti sudah melayangkan Gugatan baru mereka mendatangi saya, kenapa waktu itu saya yang ingin minta keringanan dan bersedia melunasi tunggakan malah selalu dipersulit, bahkan saya diarahkan untuk ke kantor Pegadaian di Manado, padahal saya berurusan dengan kantor Pegadaian Cabang Kotamobagu,” ujarnya menceritakan kekesalannya.

 

Dirinya merasa telah dipermainkan oleh pihak Pegadaian, bagaimana tidak, ia memberikan unit jaminan kepada pihak Pegadaian secara baik-baik, karena saat menarik unit jaminannya mereka berjanji tidak akan menjual, karena hanya berstatus dititip. Parahnya lagi setelah kendaraan dijual pihak Pegadaian mengatakan kepadanya bila hasil penjualnya tidak cukup untuk menutupi pinjamannya.

“Kan didalam sidang akhirnya terbukti, unit jaminan dijual di bawah tangan, nilai penjualan Rp 150 juta, sementara sisa hutang saya kurang lebih sebesar Rp 117 juta, nah ruginya di mana?” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Pegadaian Kanwil V Manado, Melky Lolowang ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, soal pernyataan dari saksi kunci dan penggugat itu menjawab.

“Setelah kendaraan terjual Penggugat (Fony Watulingas) meminta uang kelebihan penjualan kepada Tergugat, tetapi karna penjualan kendaraan tekor/selisih kurang maka Tergugat tdk memenuhi keinginan penggugat. Dimana seharusnya Penggugat menambah selisih kurang dari penjualan kendaraan tsb. Mungkin karena tdk mndapatkan permntaannya maka penggugat mngajukan gugatan, yg mnurut kita itu mengada ngada,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.

Mengenai pengakuan saksi yang didatangi oleh beberapa oknum karyawan Pegadaian dan oknum pengacara, Melky membantah hal tersebut.

“Tidak Pernah,” singkatnya.

Ditanya soal ada tawaran pencabutan gugatan kemudian Penggugat akan diberikan kompensasi Rp 3 juta, sampai berita ini diturunkan, masih belum dijawab oleh Melky. (xt)

Komentar Facebook
x

Berita Lainnya

Peran Kapolres Kotamobagu dalam Meriahkan Natal: Sukseskan Aman dan Kondusif

BULAWANEWS.COM, HUKRIM – Perayaan Natal di seluruh wilayah hukum Polres Kotamobagu berhasil berjalan aman dan ...