Kepala BP2MI, Benny Ramdhani bersama Bupati Talaud, Elly Lasut saat melakukan penandatanganan MoU. (Foto : Ist)

Jamin Kesejahteraan Masyarakatnya Saat Bekerja Diluar Negeri, Bupati Talaud Teken MoU dengan Kepala BP2MI

JAKARTA, Bulawanews.com – Guna menjamin kesejahteraan 1.500 anak muda Talaud yang siap untuk bekerja di Jepang (luar negeri, red), Bupati Talaud, Elly Engelbert Lasut (E2L) melakukan Penandatangan MoU bersama Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, di Kantor BP2MI Pusat Selasa (23/22021).

Usai melakukan penandatanganan, Elly Lasut mengaku, bersyukur dengan adanya peluang kerja di Jepang.

Untuk itu, E2L mengaku, Pemerintah Daerah (Talaud), siap memfasilitasi bahkan siap untuk
menganggarkan dana lewat APBD untuk pelatihan bahasa sebelum para anak muda di daerahnya diberangkat ke Jepang.

“Ada Seribu lima ratus anak muda Talaud yang sudah kita siapkan,” ucap Elly.

Elly menuturkan, jumlah anak muda yang akan direkrut untuk diberikan pelatihan bahasa itu, nantinya akan diambil dari setiap desa dan kelurahan. Setiap desa dimana kuota per kelurahan akan direktur 10.
“Nantinya selain APBD, dana desa juga akan dimanfaatkan untuk membiayai pelatihan. Ini bukti keseriusan kami pemerintah untuk memanfaatkan peluang kerja di Jepang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, bahwa MoU ini salah satu Badan Hukum yang memiliki inisiatif untuk menyiapkan dan meningkatkan SDM dalam rangka
penempatan, khususnya ke negara Jepang.

Politisi yang akrab disapa Brani ini, menambahkan, bila momentum hari ini dimaknai sebagai bentuk nyata kolaborasi positif antar pemangku kepentingan, pemerintah daerah maupun pihak swasta.

Lebih lanjut Brani menjelaskan, salah satu dari 9 program prioritas BP2MI yakni: menyiapkan tenaga kerja terampil dan profesional, khususnya untuk penempatan negara-negara yang bekerjasama secara G to G dengan Indonesia.

“Saya sering sampaikan dalam forum-forum bahwa kontribusi dan pengorbanan Pekerja Migran kita terhadap Indonesia tidaklah main-main. Remitansi sebesar Rp 159,7 triliun yang hampir setara dengan sumbangan migas kita, dan juga tidak kalah dengan sumbangan sektor wisata Indonesia,” terangnya.

Dimasa pandemi pekerja migran Indonesia mengalami dampak yang luar biasa, kata Benny, namun seiring dengan pembukaan secara terbatas negara-negara
penempatan, maka PMI dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi pengangguran di dalam negeri akibat pandemi.

“Saya mengajak untuk mengubah paradigma, menerapkan nilai-nilai pelayanan dengan rasa hormat, karena PMI sejatinya adalah Pahlawan Devisa yang patut dan
layak diberikan pelayanan sebagai warga negara VVIP,” katanya.

Benny mengaku, sangat mengapresiasi kepada Pemkab Talaud yang datang jauh dari
Timur Indonesia dengan niat komitmen dan serius dalam penyiapan SDM ke luar
negeri. Apalagi penempatan ke Jepang ini memiliki prospek yang luar biasa. Yakni
untuk jabatan perawat dan Caregiver (pengasuh lansia) dengan gaji yang cukup
besar, yakni mencapai 22 juta sampai 27 juta dengan kontrak kerja 5 tahun.

Benny berharap, inisiasi seperti ini dapat dilakukan di daerah-daerah lain.

“Selain itu, kami meminta agar UPT-UPT yang ada di daerah harus aktif dan menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk dapat memenuhi kuota yang telah
ditentukan oleh negara penempatan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menambahkan, selain sosialisasi,
pihaknya terus melakukan penjajakan dengan sejumlah kepala daerah lainnya
yang ada di Sulut.

“Kerjasama Pemkab Talaud dengan BP2MI sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk memanfaatkan peluang kerja di Jepang terlebih bagi para anak muda di
Talaud,” kata Hendra.

Langkah rersebut, kata Makalalag, patut diberikan apresiasi. Sebab peluang ini mampu dimanfaatkan bagi pemerintah daerah.

“Betapa bangganya anak muda di Talaud, yang diberikan pelatihan tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun,” ucapnya..

Makalalag mengatakan, langkah Pemkab Talaud tersebut, menunjukan rasa tanggungjawab dalam pemerintah daerah dalam
memberikan perlindungan teknis bagi calon Pekerja migran Indonesia sebelum
bekerja ke luar negeri.

“Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI), salah satu
tanggungjawab pemerintah dalam meningkatkan kompetensi calon PMI adalah menyediakan dan memfasilitasi pelatihan calon pekerja, melalui pelatihan vokasi
yang anggarannya berasal dari fungsi pendidikan. Nah, hari ini Kabupaten Talaud sudah memulai. Mudah-mudah ada kabupaten
kota di Sulut yang akan menyusul,” bebernya.

Hendra juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Talaud, dalam andil mereka menurunkan angka pengangguran di Sulut.

“Terobosan Bupati Talaud yang luar biasa ini, memungkinan teman-teman dari daerah lain tertarik untuk bekerjasama,” pungkasnya.

Pun, dalam penandatangan kerja sama itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Talaud, dan
Takumi Koba Indonesia. Hadir juga, Sestama BP2MI Tatang Budi Utama Razak, Plt Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, Plt Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Plt Deputi
Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, para pejabat eselon II di lingkungan BP2MI, serta Direktur utama Takumi Koba Indonesia Mr Tomonori Kobayasi, Direktur Utama Vital Corporation Mr Dai Kawasaki, Kepala UPT Seluruh
Indonesia yang mengikuti secara virtual serta para undangan yang ikut melalui virtual. (*)

Komentar Facebook
x

Berita Lainnya

Satlantas Polres Kotamobagu Menggandeng Sahabat Polisi Gelar Sosialisasi ETLE di Kampus IAIM Kotamobagu

BULAWANEWS.COM, KOTAMOBAGU — Polres Kotamobagu, melalui unit Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggandeng DPC Sahabat Polisi ...