Gerald Piter Rontuthomas, saat membeberkan kejanggalan dalam KLB Deli Serdang

Selamatkan Partai, Peserta KLB Deli Serdang Asal Kotamobagu Ungkap Borok KLB

JAKARTA, BULAWANEWS.COM – Berawal dari tergiur dengan diiming-imingi uang sebesar Rp 100 juta agar mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD), di Deli Serdang, salah satu Kader DPC Partai Demokrat (PD) Kotamobagu, Gerald Piter Rontuthomas kini kembali selamatkan Partai Besutan Ketua Umum yang sah Agus Harimurti Yudhoyono.

Dimana berkat mengikuti KLB tersebut, ia mampu mengungkap Borok KLB yang dinilai Ilegal dan abal-abal itu.

Informasi-informasi penting yang berhasil ia dapatkan yakni, Mulai dari bagaimana cara mereka (kubu Moeldoko) mengajak peserta agar menghadiri KLB, siapa saja inisiator, dan kejanggalan dalam proses berjalannya KLB.

Di mana dalam video yang berdurasi 16 menit 17 detik itu, Gerald Piter Runtutomas menceritakan, bermula dari dirinya diajak oleh salah satu eks kader PD untuk mengikuti KLB, pada ajakan pertama, ia menolak karena alasan sangat mencintai partai Besutan Ketua Umum yang sah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Yang mengajak saya untuk mengikuti KLB ini adalah salah satu kader Partai Demokrat yang sudah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Direksi Eksekutif, dan sudah dicabut Kartu Tanda Anggotanya sebagai kader Partai Demokrat. Itu pada tanggal 18 Februari 2021 dia mengajak saya melalui pesan WhatsApp untuk mengikuti KLB, dan disampaikan oleh pak Vecky kalau kita ikut KLB ini adalah untuk memilih Ketua Umum yang baru yakni pak Moeldoko,bahwa kita gerbong sekarang adalah gerbong Pak Moeldoko,” bebernya.

Setelah menolak ajakan pertama, Kata Gerald, dia yang ingin meminta arahan dari ketua DPC Partai Demokrat kemudian mendatangi kediaman Ishak Sugeha dan menceritakan ajakan tersebut.

“Sebelum dihibungi lagi, saya menghadap Ketua DPC saya yaitu bapak Ishak Sugeha. Saya menanyakan dengan kejadian akan dilaksanakannya KLB ini. Ketika bertemu saya ceritakan, pak Ishak malah marah kepada saya, dan meminta saya jangan ikut gerbong itu karena gerbong itu dusta semua. Gerbong itu salah semua. Cacat hukum ketika akan dilaksanakan KLB, Jadi jangan masuk ke gerbong itu,” tambahnya.

Kemudian, kata Gerald, Vecky Gandey kembali menghubunginya melalui telepon. Namun dirinya menyebut kalau dia (Gerald) belum menerima SK hasil revisi struktur, serta posisinya yang hanya sebagai wakil ketua.

“Selang beberapa hari kemudian saya ditelepon lagi sama pak Vecky Gandey, bahwa akan mendapatkan uang yang besar, uang yang gede kalau saya mau mengikuti KLB itu. Dengan alasan ketua DPC tidak mau, maka wakil ketua bisa. Saya katakan ke pak Vecky, saya belum pegang SK yang revisi struktur. Dia lantas mengatakan kepada saya, kalau itu tidak apa-apa, cukup ikut saja, kita akan memilih Ketum Baru Pak Moeldoko,” bebernya.

Gerald juga mengaku, dirinya diiming-imingi uang sebesar Rp 100 juta. Dimana, uang tersebut akan diserahkan dua tahap yakni ketika sampai di lokasi KLB dan ketika selesai KLB. “Yang pertama ketika tiba di lokasi, saya akan mendapatkan 25 persen yakni 25 juta, selesai KLB akan mendapatkan sisanya yaitu 75 juta, tapi nyatanya kita hanya dapatkan 5 juta,” tuturnya.

Karena tidak mendapatkan sesuai yang dijanjikan, para peserta KLB lantas berontak, dimana ini dimulai dari peserta dari wilayah Maluku, ke wilayah Papua dan diikuti oleh peserta lainnya.

Karena suasana sudah memanas, kemudian eks Bendahara DPP Partai Demokrat, M Nazaruddin yang menjadi salah satu inisiator KLB turun tangan, dan memberikan uang tambahan sebesar Rp 5 juta, sehingga total yang dibawa peserta adalah Rp 10 juta.

“Pertama dari Maluku berontak karena tidak sesuai iming-iming, kemudian disusul Papua, lalu diamankan oleh Pak Nazaruddin bersama daerah – daerah lain juga. Kita tiba-tiba dipanggil dan diberi tambahan Rp5 juta oleh Pak Nazaruddin sehingga total menjadi Rp 10 juta,” beber Gerald.

Gerald juga menceritakan, dalam kongres tersebut terdapat hal yang aneh mengenai masuknya Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, menjadi anggota Demokrat tepat pada saat KLB berlangsung.

Di mana kata Gerald, Moeldoko masuk menjadi anggota Demokrat dengan nomor khusus atau spesial yang diberikan bukan oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melainkan kubu kontra.

Hal tersebut kata Gerald, baru ia diketahui setelah tata tertib KLB dibacakan oleh pimpinan sidang saat itu, Jhoni Allen Marbun.

“Ini tata tertibnya yang dibacakan oleh Pak Jhoni Allen. Ada di pasal 20 poin ke-5, anggota dan kader Demokrat yang dibuktikan dengan kartu tanda anggota (KTA) Partai Demokrat dan atau kader yang baru masuk melalui KLB ini maka yang bersangkutan ditetapkan telah memiliki KTA Partai Demokrat dengan nomor khusus atau spesial,” paparnya.

Dengan nomor khusus atau spesial, tersebut lantas menimbulkan pertanyaan kepadanya, siapa yang menandatangani KTA milik Moeldoko. Sebab, menurutnya KTA akan sah apabila ditandatangani oleh Ketum Partai Demokrat yang sah.

“Kan harus ditandatangani Ketua Umum. Kebetulan saya punya KTA juga yang ditandatangani oleh Ketua Umum waktu itu masih Pak SBY. Ini contohnya saya kasih lihat ya. Jadi KTA ini, ini KTA saya, ini ada Ketua Umum dengan Sekjen, Pak Hinca waktu itu. Nah, sekarang Pak Moeldoko ditetapkan sebagai anggota Partai Demokrat. KTAnya mana? Nomor KTAnya berapa? Tidak ada? Terus, dipilih sebagai Ketua Umum. Ini kan aneh,” ucapnya.

Selain itu, Gerald juga membeberkan kejanggalan soal tidak adanya registrasi peserta KLB. Padahal, semua peserta diberikan kartu peserta bahkan dilengkapi barcode.

Hal ini menurutnya dapat berarti bahwa siapa saja boleh masuk ke dalam KLB karena tidak ada registrasi yang diatur.

“Kita ini cuma pakai kartu peserta, masuk dalam ruangan kongres. Sementara ruangan kongres besar. Orang yang ada di luar yang mau masuk kongres ya silakan masuk. Karena tidak ada registrasi. Masuklah orang-orang, dikasih absen, oleh masing-masing koordinator di daerah,” terangnya.

Sebelum mengakhiri Video pengakuannya, Gerald pun meminta maaf kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimrti Yudhoyono, Ketua DPD Sulut Mor Bastian dan Ketua DPC Kotamobagu Ishak R Sugeha karena telah tergiur dengan iming-iming uang sebesar itu, sehingga mengikuti KLB di Deli Serdang. (Xt)

Komentar Facebook
x

Berita Lainnya

Ezza Grosir Gogagoman Sediakan Baju Daster

POTENSI DAERAH, BULAWANEWS.COM – Ingin miliki pakaian daster dan babby Doll Modern, silahkan datang EZZA ...