Pemkot Kotamobagu Sahkan Dokumen PPKD

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Mewakili Wali Kota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Kurniawan. SH  mengesahan dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Kotamobagu 2021, yang bertempat di Rumah Dinas (Rudis) Wali Kota Kotamobagu, Kamis (27/5/2021)

PPKD itu sendiri merupakan dokumen yang memuat kondisi faktual dan permasalahan yang dihadapi daerah dalam upaya pemajuan kebudayaan bersama usulan penyelesaiannya.

Dikesempatan itu juga, Nayodo, menyampaikan bahwa PPKD ini merupakan salah satu upaya dan langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, dalam rangka melakukan kemajuan kebudayaan melalui upaya perlindungan, pengembangan manfaat dan pembinaan sebagaimana yang menjadi amanah Undang-Undang Republik indonesia No 8, tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Dengan telah disusunnya dokumen PPKD, kemudian akan diserahkan ke pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, maka ke depan nanti Pemkot akan memiliki acuan menyusun langkah strategi dalam upaya pemajuan kebudayaan daerah,” ujarnya.

Selain itu, Tim penyusun dokumen PPKD Kotamobagu, Anita Mokodongan, mengatakan bahwa, waktu yang digunakan untuk menyusun dokumen PPKD tersebut, terbilang tidak cepat, karena memakan waktu berkisar dua tahun lebih.

“Waktu penyusunannya sudah sejak 2018 lalu, karena bertahap dan mengikuti mekanisme penganggaran di daerah. Untuk kendala dalam penyusunan, hanya pada penganggarannya saja, karena kemarin itu juga ada wabah, jadi sempat terhalang. Selain itu tidak ada lagi, karena semua elemen sangat support pelaksanaan penyelesaian dokumen ini,” ucap Anita.

Anita juga menjelaskan, dalam pengambilan data, tim menggunakan juknis dari kementerian dan aplikasi. Selain itu, tim juga mencari sampai ke lini masyarakat yang masih ada memori terkait masa lampau, selanjutnya itu yang diolah menjadi bentuk dokumen sebagai informasi kebudayaan di daerah.

“Kami berhasil mengumpulkan sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), seperti adat istiadat, ritual khusus, kesenian, teknologi tradisional, pengetahuan tradisional, dan lain sebagainya,” ungkap Anita.

Lanjut Anita, Dokumen PPKD ini tidak hanya selesai setelah disahkan, tetapi setiap tahunnya harus selalu di update, agar datanya tidak hilang.

“Dokumen PPKD adalah sebuah dokumen yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 5, tahun 2017, yang merupakan dasar daerah untuk bisa mengembangkan kebudayaan melalui program atau istilahnya kitab kebudayaan,” kata Anita.

Selain Anita, Hairun Mokoginta, yang juga sebagai tim penyusun dokumen PPKD Kotamobagu berharap, kiranya dokumen ini akan terus dikembangkan, karena ada hal-hal yang di kemudian hari perlu dilengkapi.

“Saya sangat berharap hal ini tidak hanya menjadi acara seremonial saja, tapi alangkah baiknya ada kelanjutan. Dan yang paling penting di sini adalah, masalah identifikasi kebudayaan, karena sampai saat ini itu yang menjadi problem, ketika melakukan pelestarian dan tidak terdokumentasi,” harap Hairun.

Dirinya juga mengajak, agar semua pihak terkait, baik pemerintah, budayawan, masyarakat, serta semua pihak agar dapat ikut mendukung dan melestarikan kebudayaan daerah ini untuk generasi yang akan datang.

“Sangat diharapkan agar setelah kegiatan ini, semua pekerja seni, atau pelaku kebudayaan harus menindaklanjuti. Juga harus ada dukungan dari pemerintah daerah,” ajaknya.

Lanjut, manfaat PPKD untuk masyarakat Kotamobagu ini sangat penting, karena bisa membantu pariwisata di Kotamobagu, dan juga bisa membantu melestarikan kebudayaan.

“Adapun data yang ditemukan oleh tim penyusun PPKD, seperti alat musik yang telah lama punah seperti ran babo dan kantung, yang sebelumnya sudah tidak pernah terlihat lagi di beberapa dekade ini,” bebernya.  (*)

 

Komentar Facebook
x

Berita Lainnya

Akhir Tahun, Pemkot Kotamobagu Raih Penghargaan TPID Award Tahun 2021

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Sebuah raihan prestasi yang luar biasa kembali diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu ...