Pemasangan papan pengumuman di lokasi tanah sengketa dengan pengawalan Kelurahan Gogagoman, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta Linmas

Tim Hukum Sientje Mokoginta : Gugagatan Penggugat ‘Kabur’

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Tim Hukum pihak tergugat, dalam perkara gugatan perdata perihal Perbuatan Melawan Hukum (PMH), menilai, gugatan dari pihak penggugat dalam perkara nomor No. 44 / Pdt.G / 2021 / PN.Ktg, Obscuur libel atau kabur.

Hal tersebut dituangkan Tim Hukum pihak tergugat dalam materi jawaban atas gugatan, dalam perkara tersebut.

Menurut salah satu tim hukum pihak tergugat, Steiven Bernadino Zeekeon SH, setelah melihat surat gugatan para penggugat, mereka mendapati bila gugatan tersebut tidak terang (onduidelijk),  padahal agar gugatan memenuhi syarat formil, dalil gugatan harus terang dan jelas atau tegas (duidelijk).

“Bila dihubungkan dengan obyek gugatan para penggugat, itu tidak jelas, gugatannya kabur (Obscuur Libel) sehingga tidak memenuhi syarat formil,” kata Steiven.

Lanjutnya, mereka menilai, kaburnya gugatan tergugat itu dikarenakan, setelah pihaknya membaca dan mempelajari isi gugatan pihak penggugat, tidak ada satu pun dalil yang bisa menguatkan gugatan para penggugat  yang menyatakan bahwa klien mereka (tergugat I – IV), telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum.

“Sudah jelas tanah tersebut adalah milik dari tergugat I – IV berdasarkan SHM Nomor : 98 / Gogagoman tahun 1978 an,” tegasnya.

Steven menjelaskan, tanah milik kliennya itu, merupakan warisan dari alamarhum Hoa Mokoginta yang merupakan Ibu dari tergugat I & II, dimana SHM tersebut diperoleh secara sah dan diproses sesuai peraturan yang berlaku bahkan SHM Nomor : 98 / Gogagoman tahun 1978 tersebut sampai saat ini masih sah secara hukum karena tidak pernah dicabut atau dibatalkan oleh Putusan Pengadilan.

“Didalam gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365 KUH Perdata harus memenuhi unsur – unsur yaitu : Adanya perbuatan, Adanya kesalahan, Melawan hukum, Adanya kerugian, Adanya hubungan kausal antara kesalahan dan kerugian yang ditimbulkan. setelah mencermati gugatan, baik dalam Posita maupun Petitum ternyata para penggugat tidak bisa mendalilkan adanya kesalahan dan sifat melawan hukum yang telah dilakukan oleh klien kami,” terangnya.

Sehingganya, kata Steiven, gugatan para penggugat kabur, dan terkesan gugatan tersebut asal – asalan dan amburadul.

“Kaburnya gugatan PMH itu, disebabkan para penggugat tidak bisa membuktikan bahwa tergugat I – IV telah melakukan kesalahan dan melawan hukum yang mengakibatkan pihak penggugat mengalami kerugian. Dengan melihat kaburnya gugatan pihak penggugat ini, sudah sepatutnya Gugatan mereka ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima karena  Gugatan tidak jelas dan kabur,” pungkasnya.  David

Komentar Facebook
x

Berita Lainnya

Pemantauan Dinkes dan Satgas Covid Kotamobagu Edukasi PHBS Isoman

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Satuan Gugus Tugas Covid 19, telah turun memantau ...