Steiven Bernadino Zeekeon SH

Steve : Gugatan Corry Cs Kekurangan Pihak

HUKRIM, BULAWANEWS.COM – Gugatan perdata perbuatan melawan hukum yang dilayangkan Corry Mokoginta Cs kepada Dr Sientje Mokoginta dan kawan-kawan (dkk) dengan nomor perkara No. 44 / Pdt.G / 2021 / PN.Ktg, kini memasuki agenda Duplik.

Karena dalam sedang beberapa waktu lalu kedua bela pihak sepakat untuk melakukan sidang jarak jauh pada beberapa agenda sidang, dalam agenda sidang agenda Duplik dilaksanakan melalui e-court.

Adapun yang menjadi tim hukum dari pihak tergugat yakni; Glorio Immanuel Katoppo SH, Steiven Bernadino Zeekeon SH dan Stenny Sapetu SH menyebutkan.bila gugatan dari pihak Corry Mokoginta Cs keruangan pihak.

Hal tersebut diungkapkan Steven B Zeekeoon kepada Bulawanews.com, Selasa (13/7/2021).

Dirinya menilai, gugatan Para Penggugat telah sangat jelas  menunjukkan kekurangan pihak yang harus ditarik sebagai Tergugat dalam gugatannya.

“Seharusnya para penggugat menarik Badan Pertanahan Nasional / ATR Propinsi Sulawesi Utara karena telah mencabut / membatalkan SHM Nomor SHM Nomor : 2661 / Gogagoman an. Maxi Mokoginta, SHM Nomor : 2667 / Gogagoman an. Nicolaas Mokoginta, dan SHM Nomor :  2669 / Gogagoman an. Tjenny Mokoginta dimana ketiga SHM tersebut telah dijadikan alas hak untuk menguatkan dalil Para Penggugat dalam Gugatan A quo padahal ketiga SHM tersebut tidak lagi memiliki legalitas formal atau tidak Sah karena sudah dicabut / dibatalkan oleh BPN Propinsi Sulawesi Utara,” Terangnnya.

Seharusnya, kata Steven, BPN Provinsi Sulut, juga ikut ditarik sebagai pihak dalam perkara ini.  “Hal ini telah menjadi suatu Yurisprudensi sebagaimana  diputus dalam putusan Makamah Agung tanggal 28 Januari 1976 nomor : 201 K/SIP/1976 dan putusan Makamah Agung nomor : 879 K / SIP / 1977 tanggal 19 Juni 1977 yang pada dasarnya menyatakan yaitu suatu gugatan yang tidak lengkap para pihaknya, dengan pengertian masih terdapat orang – orang / badan hukum lain yang harus ikut digugat tetapi tidak diikutkan,  maka gugatan demikian dinyatakan tidak dapat diterima ( NO ),” ucapnya.

Menurut Steven, setelah mereka mempelajari gugatan dari pihak penggugat, mereka mendapati ada pihak yang tidak diikut sertakan sebagai pihak dalam gugatan.

“Ketentuan ini pada dasarnya bersifat imperatif atau memaksa, dan pelanggaran atasnya  mengakibatkan gugatan cacat formil dalam bentuk plurium litis consorcium yaitu yang ditarik sebagai pihak tergugat tidak lengkap dan masih kurang, maka Tergugat I, II, III,  dan Tergugat IV memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo untuk menyatakan gugatan Para Penggugat tidak dapat diterima ( NO ),” pungkasnya.

 

David

Komentar Facebook
x

Berita Lainnya

Wali Kota Serahkan Bantuan Beras bagi KPM PKH dan BST serta Bantuan Benih Unggul Sayuran Daun kepada Kelompok Tani

KOTAMOBAGU, BULAWANEWS.COM – Wali Kota Kotamobagu, Ir. Hj. Tatong Bara, didampingi Wakil Wali Kota Kotamobagu, ...