Setahun Mencari Keadilan Namun Serasa di “Pimpong”, Ada Apa Dengan Oknum Penyidik Polda Sulut?

BULAWANEWS.COM, HUKRIM — Rasa adil adalah sesuatu hal yang paling di inginkan oleh semua orang dimanapun berada. Sehingga tugas negara adalah menciptakan rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat dengan melakukan penegakan hukum yang sesuai aturan dan UUD 1945. Keadilan yang di jamin Negara inilah yang di cari seorang warga bernama Yana Naba asal Desa Nonapan, Kecamatan Poigar, Kabupten Bolaang Mongondow, Sulut.

Kurang lebih setahun lamanya Yana Naba mencari keadilan atas persoalan hukum. Laporan Polisinya ( LP) di Polda Sulawesi Utara sejak 2021 lalu hingga kini tak pernah membuahkan hasil yang memuaskan, bahkan terkesan di “Pimpong” atau di lempar sana lempar sini.

Dari keterangannya kepada awak media, setiap kali dirinya menanyakan perkembangan laporannya di Polda Sulut selalu mendapatkan jawaban yang sama, yaitu diarahkan ke polisi lain, begitu seterusnya sampai SP2HP lidik keluar yang menyimpulkan laporan di hentikan.

” Segala daya upaya saya lakukan untuk mencari keadilan. Namun, kenapa laporan saya di perlakukan seperti ini? Ada yang tidak beres dalam penangan laporan saya ini. Masa baru tingkat lidik sudah disimpulkan secara sepihak di hentikan..!? Bahkan hasil SP2HP banyak yang ganjil,! ” Jelas Yana Naba, Kamis, (04/08/2022).

Ditambahkan, Laporannya baru di tingkat lidik belum naik ke sidik, tapi tiba-tiba keluar SP2HP yang menyimpulkan di hentikan. Sementara dari semua proses Gelar Perkara, Yana Naba dan Kuasa Hukumnya tidak pernah diikutsertakan dalam gelar.

Hingga, oleh penyidik diarahkan ke Dumas. Namun sama saja, hasil Gelar Khusus di Dumaspun tidak ada yang berubah. Usut punya usut, dugaan pokok masalahnya berdasarkan keterangan Yana Naba dan Kuasa Hukumnya ke awak media, bahan atau materi yang di bahas dalam Gelar Perkara tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan oleh Yana Naba.

Dari keterangan Kuasa Hukumnya mengatakan, bahwa yang dilaporkan adalah terkait dugaan tindak pidana yang tercantum dalam KUHP Pasal 242, yaitu terkait, “Keterangan Palsu” dan Laporan Palsu ” Bentuk laporannya ada dua bukan satu laporan. Tapi anehnya menurut Kuasa Hukum Yana Naba, materi yang di hadirkan dalam Gelar Perkara tidak sesuai LP. Penerapan Pasalnya lain, yaitu Pasal 174 mengenai Sumpah Palsu.

” Jelas tidak akan ketemu titik persoalan. Yang dilapor lain, yang diproses lain. Inikan aneh, ada apa ini dengan oknum Penyidik Polda?, dan sudah pasti dalam SP2HP kesimpulannya dihentikan. Pasalnya yang dibahas tidak sesuai LP. ” Ujar Baharuddin

Lebih anehnya lagi, Lanjut Baharudin, Tanggapan Hakim dijadikan alasan oleh penyidik dan dituangkan dalam SP2HP. Sementara berdasarkan aturan, keterangan Hakim tidak boleh di jadikan bahan dalam proses peyelidikan oleh Kepolisian.

” Hakim Tinggi Pengadilan Manado yang menjelaskan langsung kepada kami bahwa keterangan mereka tidak boleh dijadikan bahan untuk proses peyelidikan di Polisi. Lalu, di dalam SP2HP tersebut keterangan Hakim siapa yang di tulis oleh Penyidik?, Ini harus diusut. Yang lucunya lagi dalam hasil Dumas, di SP3D tertulis perkara yang dibahas terkait Penyerobotan Lahan, entah salah tulis atau terburu-buru, yang jelas perkara ini seakan ada yang ganjil” Tegas Baharuddin.

Yana Naba pun menambahkan, bukti dan saksi telah lengkap, LP sesuai dengan arahan Konseling Polda berkoordinasi dengan Ahli Pidana di Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
” Terus kenapa seakan-akan LP saya susah sekali naik ke sidik apalagi sampai ke pengadilan. ” Keluh Yana

Tidak hanya itu, Imbuhnya, Saat persoalan ini di adukan ke Humas Polda, yaitu ke Kombes Julets Abas dan Is Kristianpun mengatakan SP2HP tersebut tidak lengkap alias digantung.

Olehnya, Yana Naba mengaharapkan Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Mulyatno secepatnya menindaki oknum-oknum polisi yang menangani LP tersebut, agar perintah Kapolri terkait Polri Presisi bisa berjalan sesuai harapan bukan sekedar isapan jempol semata. Sembari itu, sesuai arahan Wadir Dirkrimum Polda Sulut, AKBP Bambang, Yana Naba bersama Kuasa Hukumnya disarankan untuk menyurat ke Mabes Polri.

Diketahui, LP Yana Naba tersebut buntut dari peristiwa hukum yang menimpa dirinya atas LP dari mantan Sangadi Nonapan SM beberapa waktu lalu terkait pencemaran nama baik di salah satu media cetak. Namun dalam prosesnya LP mantan Sangadi tersebut kalah di PN Kota Kotamobagu, berlanjut menang di Kasasi hingga mengakibatkan Yana sempat menjalani hukuman badan 3 bulan. Hingga Yana Naba menang lagi di PK Mahkamah Agung berdasarkan dua bukti putusan menang itu Yana Naba melaporkan balik SM berserta Saksi-Saksinya di Polda Sulut pada bulan September 2021 lalu.

Sampai berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi ke pihak Peyidik Dirkrimum Polda Sulut sedang di upayakan. (Man)

Komentar Facebook
x

Berita Lainnya

Awal Oktober, PSTI Gelar Kejuaraan Sepak Takraw Tingkat Kotamobagu

BULAWANNEWS.COM,KOTAMOBAGU-Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kotamobagu, bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Kotamobagu ...