Foto. Kiri Voucke Lontaan /Kanan Adrianus R. Pusungunaung

Diduga Terlibat Pemerasan, FR Pemegang KTA PWI Muda Bakal Dicabut !

SULUT, BULAWANEWS.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara  akan memberikan pemberhentian penuh FR seorang jurnalis pemegang  Kartu Tanda Anggota (KTA) Muda PWI

Usai pengungkapan kasus dugaan pemerasan oleh Tim Polres Manado, di Restoran Dabu Dabu Tuminting, Kota Manado.

“Sesuai  Peraturan Rumah Tangga PWI BAB III pasal 4  Organisasi dapatkan memberikan sanksi organisatoris terhadap anggota, karena melakukan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dan atau Kode Etik Perilaku Wartawan,” kata Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum PWI Sulut, Adrianus R Pusungunaung, di Manado, Senin (24/10).

Adrian menunjukkan bahwa organisasi PWI tidak kompromi jika ada anggotanya yang melakukan tindak pidana yang mencoreng harga diri dan martabat organisasi, Kecuali  berkaitan dengan delik pers.

Sementara itu, Ketua PWI Sulut Voucke Lontaan menanggapi pernyataan dari Divisi Hukum Badan Perlindungan Konsumen Indonesia , Kosasi, SH.

“Saya memberi pernyataan karena salah satu oknum wartawan yang terciduk Tim Polresta Manado, dalam kasus dugaan pemerasan si oknum adalah pemegang KTA PWI Muda. Ini menyangkut nama baik organisasi PWI, tidak ada sangkut pautnya dengan tiga oknum lainya yang mengaku wartawan, karena sesuai data bukan anggota PWI,” tegas Voucke.

Voucke juga heran dikatakan mencari panggung dan pencitraan dengan kasus dugaan pemerasan ini. “Saya ini sudah diatas panggung, dan sudah banyak panggung yang saya naik. Soal pencitraan, tanpa kasus ini nama saya sudah dikenal hampir seluruh warga Sulawesi Utara. Justru, yang saya pikirkan dengan kasus ini beliau yang ingin mencari panggung dan pencitraan,” tandas Voucke.

Voucke mengatakan, kasus yang menimpa seorang anggota PWI adalah pernyataan organisasi PWI. ” Jadi, uruskan organisasi masing-masing. Apakah, Divisi Hukum Lembaga Perlindungan Konsumen – RI, mengerti isi Kode Etik Jurnalistik dan Kode Etik Wartawan,Uruslah organisasi mu,” tandas Voucke.

Selanjutnya, Ketua divisi pembelaan/advokasi wartawan PWI, Oktap Riady, menggarisbawahi pasal 8 Undang-undang Nomor 40 1999 relatif kepada pers, wartawan dalam pelaksanaan profesi mereka dilindungi undang-undang.

Artinya selama mereka menjalankan profesinya dengan baik, wartawan tidak dapat dihukum karena pekerjaannya.

Namun, jika Anda melakukan pemerasan yang jelas-jelas tidak terkait dengan profesi Anda, maka Anda tidak dapat berlindung dengan pasal 8, dan pasal pidana dapat diterapkan secara langsung.

“Saya menyesalkan masih adanya praktek pemerasan. Jika anggota PWI dia harus dipecat. Jika sudah lulus ujian kompetensi wartawan, kartu UKWnya harus dicabut,” tegasnya. (*)

Komentar Facebook
x

Berita Lainnya

Tingkatkan Kemitraan Dan Sinergi, Kapolda terima kunjungan pimpinan PWI Sulut

MANADO, BULAWANEWS.COM – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Setyo Budiyanto didampingi Kabiid Humas, Kombes ...